Connect with us

JABODETABEK

Mangkrak Empat Tahun, Pasar Kombongan Akhirnya Diresmikan

Aktualitas.id -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mendengarkan keluhan para pedagang di Pasar Kombongan, Kemayoran, Jakarta Selatan, Selasa (6/1/2026). Antara/Lifia Mawaddah Putri.

AKTUALITAS.ID – Pasar Kombongan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain mushala, toilet umum dan toilet disabilitas, jaringan air PAM, ruang genset, ruang laktasi, area bongkar muat (loading area), area parkir mobil dan sepeda motor, hidran, CCTV, serta tempat penampungan sampah sementara (TPS).

Seluruh kios dan los di pasar ini juga telah menerapkan sistem pembayaran digital melalui QRIS Bank Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan Pasar Kombongan di Kemayoran, Jakarta Pusat usai direvitalisasi setelah mangkrak selama empat tahun.

“Pasar Kombongan sudah mangkrak selama 4–5 tahun. Hari ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Pramono saat dijumpai di Pasar Kombongan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026).

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan, revitalisasi Pasar Kombongan merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali pasar-pasar rakyat yang sebelumnya sempat terbengkalai.

Kini, pasar tersebut tampil lebih representatif dengan dua lantai yang mampu menampung 121 kios dan 50 los.

Namun, Pramono menyebut masih ada permasalahan yang harus diatasi di pasar tersebut setelah ia mendengarkan keluhan para pedagang secara langsung.

“Saya ingin pasar ini benar-benar hidup kembali. Karena itu, saya minta masukan langsung dari para pedagang mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki agar pembeli semakin banyak datang ke Pasar Kombongan,” jelas Pramono.

Adapun keluhan yang disampaikan para pedagang yakni terkait aksesibilitas pasar yang dinilai menurun sejak adanya penutupan jalur akibat lintasan kereta api.

Pedagang berharap ada pembukaan akses, minimal untuk kendaraan roda dua, agar aktivitas perdagangan kembali bergeliat.

Menanggapi hal tersebut, Pramono langsung meminta jajaran terkait, termasuk Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat dan Perumda Pasar Jaya, untuk segera mencari solusi konkret.

Tak hanya itu, Pramono juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan pasar serta mendorong penerapan sistem transaksi non-tunai.

Menurutnya, digitalisasi melalui QRIS tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan di lingkungan pasar.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya mengelola 153 pasar di seluruh Jakarta. Hingga Desember 2025, Perumda Pasar Jaya telah memperbaiki hampir 84 pasar di Jakarta.

Terkait persoalan parkir liar, Agus memastikan pengelolaan parkir di Pasar Kombongan telah bekerja sama dengan pihak ketiga.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan apabila masih ditemukan praktik parkir tidak resmi.

(Yan Kusuma/goeh)

TRENDING