Connect with us

DUNIA

Israel Terus Gempur Gaza Meski Ada Gencatan Senjata

Aktualitas.id -

Warga Palestina terlihat di antara puing-puing setelah serangan udara Israel di daerah Sheikh Radwan, barat laut Kota Gaza, pada 6 Agustus 2025. (Xinhua)

AKTUALITAS.ID – Serangan militer Israel terhadap Jalur Gaza dilaporkan terus berlangsung hampir setiap hari dalam beberapa bulan terakhir, di tengah eskalasi konflik yang juga meluas ke Lebanon dan Tepi Barat. Ribuan pelanggaran gencatan senjata disebut terjadi sejak Oktober 2025.

Serangan militer Israel terhadap Jalur Gaza dilaporkan masih terus berlangsung hampir setiap hari sejak akhir Februari 2026, meski terdapat kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan.

Menurut analisis berbagai laporan, termasuk pemantauan Al Jazeera, Israel tercatat melancarkan serangan ke Gaza sebanyak 36 kali dalam 40 hari terakhir. Artinya, hanya empat hari tanpa laporan korban jiwa atau luka-luka di wilayah tersebut.

Sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel meningkatkan operasi militer terhadap Iran, serangan juga dilaporkan meluas ke Lebanon dan Tepi Barat, dengan lebih dari seribu pelanggaran gencatan senjata sejak Oktober 2025.

Dalam periode 28 Februari hingga 8 April 2026, sedikitnya 107 orang dilaporkan tewas di Gaza dan 342 lainnya terluka akibat serangan berulang.

Sejak gencatan senjata enam bulan lalu, total korban jiwa di Gaza disebut mencapai sedikitnya 738 orang, dengan lebih dari 2.000 orang luka-luka. Secara keseluruhan sejak perang berlangsung, puluhan ribu warga dilaporkan menjadi korban, dengan dampak kemanusiaan yang sangat besar.

Selain serangan udara, Israel juga disebut menutup seluruh penyeberangan ke Gaza, termasuk Rafah, sejak 28 Februari. Penutupan ini berdampak pada terhentinya distribusi bantuan medis dan makanan dalam jumlah besar.

Kondisi tersebut memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza, di mana lembaga pemantau kelaparan global Integrated Food Security Phase Classification (IPC) melaporkan bahwa lebih dari 77 persen penduduk menghadapi kerawanan pangan tingkat tinggi.

Dari sekitar 1,6 juta penduduk yang dianalisis, ratusan ribu orang berada dalam kondisi krisis hingga darurat pangan, termasuk sebagian yang telah memasuki fase kelaparan.

Sementara itu, pembatasan distribusi bantuan juga dilaporkan masih berlangsung. Dari puluhan ribu truk bantuan yang dijanjikan dalam kesepakatan, hanya sebagian kecil yang diizinkan masuk ke Gaza.

Di tengah situasi tersebut, serangan pada hari yang sama juga dilaporkan menewaskan seorang jurnalis di Gaza, memperburuk kondisi kebebasan pers di wilayah konflik tersebut.

Selain Gaza, eskalasi militer Israel juga dilaporkan meningkat di Lebanon, dengan ratusan korban jiwa dalam satu hari akibat gelombang serangan besar.

Situasi ini terus memicu perhatian internasional, sementara upaya diplomasi dan gencatan senjata masih menghadapi perbedaan pandangan di antara pihak-pihak yang terlibat konflik. (Mun)

TRENDING