OTOTEK
Ngeri! Hampir 15 Juta Serangan Website Terjadi di Indonesia
AKTUALITAS.ID – Indonesia mengalami hampir 15 juta serangan siber berbasis web sepanjang tahun 2025. Temuan tersebut diungkap dalam laporan perusahaan keamanan siber Kaspersky yang menunjukkan meningkatnya ancaman digital terhadap pengguna internet di Tanah Air.
Country Manager Kaspersky Indonesia, Defri Nofitra, mengatakan jumlah serangan berbasis web yang terdeteksi di Indonesia mencapai 14.909.665 sepanjang tahun lalu.
“Last year only tahun 2025 hampir 15 juta web-based attacks yang ada di Indonesia. Ini luar biasa banyak. Kalau dibagi dalam 12 bulan, hampir lebih dari satu juta serangan setiap bulannya,” kata Defri saat memaparkan laporan keamanan siber di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman siber terhadap pengguna internet di Indonesia tidak bisa dianggap remeh.
Selain serangan berbasis web, Kaspersky juga mendeteksi sekitar 39,7 juta ancaman yang terjadi langsung pada perangkat pengguna atau on-device sepanjang tahun lalu.
Defri menilai salah satu penyebab tingginya ancaman tersebut adalah rendahnya penggunaan antivirus pada perangkat ponsel.
Padahal, ponsel saat ini menjadi perangkat utama masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas digital, termasuk mengakses email, media sosial, hingga layanan perbankan.
“Kita tidak mungkin setiap kali membuka email harus menggunakan laptop. Paling sering orang membuka email lewat handphone,” ujarnya.
Dalam laporan yang sama, Defri juga mengungkap sekitar 20 persen perusahaan mengalami serangan supply chain sepanjang tahun lalu. Salah satu bentuk serangan yang paling banyak ditemukan adalah serangan melalui trusted relationship yang mencapai sekitar 22 persen.
Ia menambahkan bahwa metode serangan siber saat ini juga semakin canggih karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta bot otomatis.
Dengan perkembangan teknologi tersebut, serangan siber dapat terjadi kapan saja dan menyasar berbagai sektor, mulai dari individu hingga perusahaan.
Karena itu, Defri mengingatkan masyarakat maupun perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem keamanan digital mereka.
“Mau tidak mau, suka tidak suka, perusahaan harus bersiap menghadapi serangan siber yang semakin canggih,” kata Defri. (Firmansyah/Mun)
-
NASIONAL01/08/2026 11:00 WIBIsu Nuklir Disinggung, Siaran Prabowo Mendadak Berhenti
-
OTOTEK01/08/2026 11:30 WIBBegini Cara Mengetahui Password Gmail yang Lupa
-
NASIONAL01/08/2026 10:00 WIBKPK: Pemanggilan Raja Juli Tergantung Bukti
-
NASIONAL01/08/2026 16:00 WIBDPR Tantang Menkes Jelaskan Angka Fantastis 112 Juta Warga Kurang Gizi
-
NUSANTARA01/08/2026 12:30 WIBModus Uang Jajan, Waria Sodomi 7 Remaja di Lombok Tengah
-
DUNIA01/08/2026 15:00 WIBAncaman Iran Bikin Trump Geram
-
NUSANTARA01/08/2026 10:30 WIBKebakaran Hebat Melanda Asrama Polisi Solo
-
EKBIS01/08/2026 13:30 WIBDaftar 10 Bank Bangkrut per Juli 2026

















