JABODETABEK
Cegah Banjir Jakarta, BPBD DKI Laksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di Selat Sunda
AKTUALITAS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Jumat (16/1/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan operasi modifikasi cuaca dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI Angkatan Udara.
“Pada hari pertama pelaksanaan, dilakukan dua sortie penerbangan dengan total bahan semai sebanyak 1.600 kilogram Natrium Klorida (NaCl) yang disebarkan di wilayah perairan Selat Sunda,” kata Isnawa dalam keterangan tertulisnya.
Ia menjelaskan, penyemaian awan difokuskan di wilayah perairan guna meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan, sehingga presipitasi atau curah hujan dapat terkonsentrasi di laut sebelum mencapai wilayah Jakarta.
Sortie pertama dilaksanakan pada pukul 13.28–14.48 WIB. Pesawat diawaki oleh Mayor Pnb Candra dan Kapt Pnb Lucky, serta didukung oleh Flight Scientist BMKG Ikhwan dan Lutfi, dan Observer BPBD DKI Jakarta. Pada sortie ini, sebanyak 800 kilogram NaCl disemai dengan ketinggian terbang antara 8.000 hingga 12.000 kaki.
Sortie kedua dilakukan pada pukul 15.40–17.30 WIB dengan ketinggian terbang sekitar 9.000 kaki. Jumlah bahan semai yang digunakan pada penerbangan kedua juga mencapai 800 kilogram NaCl.
Isnawa menegaskan, strategi penyemaian di wilayah perairan merupakan bagian dari upaya mitigasi dini untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan sebelum bergerak ke daratan Jakarta.
“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat menyebabkan genangan maupun banjir di wilayah DKI Jakarta,” ujarnya.
Seluruh pelaksanaan OMC, lanjut Isnawa, dilakukan berdasarkan analisis meteorologi dan pemantauan cuaca terkini. BPBD DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi serta koordinasi harian selama periode 16–20 Januari.
“Evaluasi ini penting untuk menentukan waktu dan lokasi penyemaian yang paling efektif sesuai dengan dinamika atmosfer,” pungkas Isnawa. (Kusuma/Mun)
-
JABODETABEK14/03/2026 10:30 WIBDishub DKI Hentikan CFD Jakarta saat Libur Lebaran
-
NASIONAL14/03/2026 07:00 WIBKader PKB Syamsul Auliya Ditangkap KPK dalam OTT Proyek Pemkab Cilacap
-
DUNIA14/03/2026 08:00 WIBPentagon Sebut Mojtaba Khamenei Terluka Usai Jadi Pemimpin Iran
-
DUNIA14/03/2026 12:00 WIBCENTCOM Pastikan 6 Awak KC-135 Tewas dalam Kecelakaan
-
NASIONAL14/03/2026 13:00 WIBAhmad Sahroni: Polisi Harus Transparan soal Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
-
NASIONAL14/03/2026 14:00 WIBMenag: Umat Islam Dua Kali Rugi Jika Boikot Produk Pro-Israel
-
NASIONAL14/03/2026 09:00 WIBPRIMA Kecam Keras Dugaan Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
-
NUSANTARA14/03/2026 08:30 WIBBMKG: Eks-Siklon Nuri Picu Potensi Hujan Lebat di Indonesia

















