Connect with us

NASIONAL

Prabowo Tak Puas dengan Penurunan Biaya Haji, Mengharapkan Angka yang Lebih Rendah

Aktualitas.id -

Calon Jemaah Haji, Foto: Aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan ketidakpuasannya terhadap penurunan biaya haji yang ditanggung jemaah untuk tahun 2025, yang ditetapkan sebesar Rp55 juta.

Menurut Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Prabowo berharap biaya haji dapat diturunkan lebih jauh lagi dari angka tersebut.

“Dari pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Pak Presiden mengucapkan terima kasih kepada anggota panja, namun tampaknya beliau masih ingin biaya yang dibebankan kepada jemaah haji lebih rendah dari yang telah disepakati,” ungkap Marwan usai pertemuan, Selasa (7/1/2025).

Meskipun Prabowo menginginkan penurunan lebih lanjut, Marwan menegaskan bahwa biaya haji tahun 2025 tidak akan diturunkan lebih jauh, karena keputusan telah diambil antara pemerintah dan DPR. “Kemungkinan untuk penurunan biaya ini akan dibahas kembali pada tahun 2026,” imbuhnya.

Marwan menambahkan bahwa baik DPR maupun Prabowo sepakat bahwa ada potensi untuk menurunkan biaya haji antara Rp1 juta hingga Rp2 juta di masa mendatang, namun faktor kurs mata uang asing harus diperhitungkan dalam kebijakan tersebut.

Sebelumnya, pemerintah dan Komisi VIII DPR RI telah sepakat mengenai biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) untuk tahun 2025 yang besarnya mencapai Rp55.431.750,78 (sekitar Rp55,4 juta). Angka ini merupakan 62 persen dari total biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) yang ditetapkan sebesar Rp89.410.258,79 (sekitar Rp89,4 juta). Kesepakatan ini diambil dalam rapat kerja antara Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR pada 6 Januari.

Jumlah Bipih ini telah mengalami penurunan sekitar Rp614.422 dibandingkan dengan Bipih tahun 2024 yang mencapai Rp56.046.172. Penurunan ini merupakan hasil efisiensi yang berhasil dilakukan Kementerian Agama dalam negosiasi dengan penyedia layanan di Arab Saudi, termasuk akomodasi, konsumsi, dan biaya layanan di lokasi ibadah di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna).

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief menjelaskan bahwa total efisiensi mencapai Rp600 miliar, memberikan harapan bagi masyarakat bahwa penyelenggaraan haji dapat lebih terjangkau. Tahun ini, Indonesia memperoleh kuota jemaah haji sebanyak 221.000 orang, terdiri dari jemaah reguler, petugas haji, dan jemaah haji khusus.

“Alhamdulillah, pemerintah dan DPR memiliki semangat yang sama dalam merumuskan pembiayaan haji yang lebih terjangkau oleh masyarakat,” kata Hilman. (Enal Kaisar)

TRENDING