NASIONAL
Waka MPR: Penertiban Premanisme Kunci Ciptakan Iklim Investasi yang Aman
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menekankan pentingnya penertiban aksi premanisme yang berkedok ormas di Indonesia, yang dinilai dapat mengganggu pelaku usaha dan industri. Menurutnya, faktor utama yang membuat investor tertarik menanamkan modal adalah jaminan keamanan dan kepastian hukum. Jika kedua hal ini terjamin, investor tidak akan ragu untuk berinvestasi, bahkan di sektor-sektor yang belum memiliki infrastruktur lengkap.
“Syarat utama investor mau menanamkan modalnya adalah keamanan dan kepastian hukum. Jika keduanya terjamin, mereka tidak akan ragu untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Eddy dalam keterangan resminya, Minggu (27/4/2025).
Eddy, yang juga merupakan doktor ilmu politik dari Universitas Indonesia, menyatakan sektor investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang ditargetkan mencapai 8% pada tahun ini. Ia menyoroti pentingnya investasi, terutama di tengah melambatnya daya beli masyarakat dan tantangan ekspor produk Indonesia akibat turunnya harga komoditas dan kebijakan tarif dari Amerika Serikat.
“Jika ada pihak yang mengganggu iklim investasi, mereka sama saja dengan menghalangi target pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tegasnya.
Eddy juga membandingkan Indonesia dengan negara-negara tetangga yang menjadi tujuan investasi. Menurutnya, masalah premanisme dan gangguan terhadap iklim investasi tidak ditemukan di negara-negara tersebut. Oleh karena itu, apabila investor dihadapkan pada pilihan untuk berinvestasi di Indonesia yang berisiko atau negara lain yang lebih aman, mereka cenderung memilih opsi yang lebih aman.
Di sisi lain, Eddy menyoroti target investasi Indonesia yang dipatok sebesar Rp 1.900 triliun pada tahun 2025. Ia menegaskan bahwa hilangnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi dapat menghambat pencapaian target tersebut.
“Penanganan dan penegakan hukum terhadap aksi premanisme yang cepat dan tegas akan mengirimkan sinyal kuat bahwa pemerintah tidak mentolerir aksi-aksi ‘koboi’ dari para preman,” tambahnya.
Eddy juga menyambut baik usulan Menteri Dalam Negeri yang tengah mengevaluasi kemungkinan revisi UU Ormas. Meski demikian, ia merasa ketegasan aparat penegak hukum untuk memberantas premanisme hingga ke akar-akarnya sudah cukup efektif tanpa perlu adanya perubahan undang-undang. (Ari Wibowo/Mun)
-
NUSANTARA23/03/2026 06:00 WIBEddy Soeparno: Transisi Energi Penting Hadapi Krisis Global
-
NASIONAL22/03/2026 23:00 WIBKPK: Tahanan Lain Bisa Mengajukan Permohonan Jadi Tahanan Rumah Seperti Yaqut
-
NUSANTARA23/03/2026 00:01 WIBJasamarga Terapkan “Contraflow” di Tol Jakarta-Cikampek
-
OASE23/03/2026 05:00 WIBSurah Al-‘Alaq Ajarkan Pentingnya Ilmu dan Ibadah
-
NUSANTARA23/03/2026 06:30 WIBDua Prajurit Marinir Gugur dalam Kontak Senjata dengan KKB
-
JABODETABEK23/03/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Didominasi Awan Tebal Senin 23 Maret
-
EKBIS23/03/2026 13:00 WIBUltimatum 48 Jam Trump Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
JABODETABEK23/03/2026 07:30 WIB39 Ribu Wisatawan Serbu Ancol Saat Libur Lebaran

















