NASIONAL
Resah Aksi Ormas ‘Nakal’, Istana: Sasarannya Premanisme
AKTUALITAS.ID – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, meluruskan fokus utama pemerintah dalam menindak aksi premanisme. Ia menegaskan sasaran pemerintah adalah memberantas tindakan premanisme itu sendiri, tanpa menyasar organisasi masyarakat (ormas) secara keseluruhan.
“Yang ingin diatasi dan dihilangkan oleh pemerintah adalah aksi premanisme, tindakan premanisme mau dia individual, mau dia organisasi, itu yang ingin nanti dihilangkan oleh pemerintah,” kata Hasan dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (17/5/2025).
Hasan menjelaskan praktik premanisme, baik yang dilakukan individu maupun oknum ormas, menjadi perhatian serius pemerintah karena menghambat investasi dan mengganggu iklim usaha. “Investor takut masuk ke kita. Orang-orang ingin berusaha itu takut untuk berusaha di kita karena ada biaya-biaya tambahan akibat aksi dan ulah premanisme,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasan mengungkapkan pemerintah telah membentuk tim khusus untuk mengatasi masalah ini. Ia juga menyinggung perlunya waktu dalam memberantas premanisme dan pentingnya mencari solusi agar para pelaku dapat dialihkan ke kegiatan yang lebih produktif.
Sebelumnya, Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, juga menyampaikan keresahan Presiden Prabowo Subianto terkait aksi premanisme yang mengatasnamakan ormas. Sebagai langkah konkret, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) telah membentuk Satuan Tugas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan yang melibatkan berbagai kementerian/lembaga terkait. (Ari Wibowo/Mun)
-
RAGAM23/10/2026 23:00 WIBPemanasan Global Tinggalkan Jejak Mengejutkan di Laut
-
JABODETABEK23/10/2026 22:00 WIBJukir Tewas Ditabrak Truk Misterius di Cengkareng
-
DUNIA24/10/2026 00:00 WIBIran Tolak Lanjut Negosiasi Sebelum Sanksi Dicabut
-
RIAU24/10/2026 12:52 WIBDPRD Bengkalis dan Kesbangpol Riau Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial
-
NASIONAL24/10/2026 20:00 WIBDenny JA: Kerugian Negara Jangan Jadi Inti Delik Korupsi