NASIONAL
Ricuh di Balai Kota Jakarta, 93 Mahasiswa Trisakti Diamankan Polisi
AKTUALITAS.ID – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh sejumlah elemen mahasiswa, khususnya dari Trisakti, di depan Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (21/5/2025) berakhir dengan bentrokan.
Kericuhan ini mengakibatkan 93 mahasiswa Trisakti diamankan oleh pihak kepolisian, sementara tujuh anggota Polri mengalami luka-luka.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, membenarkan insiden tersebut. “Iya, ada massa aksi diamankan. Tujuh anggota kami mengalami luka,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Senada, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Muhammad Firdaus, menambahkan massa diduga melakukan penganiayaan terhadap petugas kepolisian yang mengamankan jalannya demo. Selain mengamankan para peserta aksi, polisi juga menyita 43 unit sepeda motor yang diduga digunakan oleh demonstran.
Saat ini, seluruh mahasiswa yang diamankan telah dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Belum ada keterangan resmi mengenai pemicu utama terjadinya kericuhan dalam demo peringatan Tragedi Trisakti yang semula berlangsung damai tersebut. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. (Yan Kusuma/Mun)
-
NUSANTARA02/04/2026 17:00 WIBReaksi Cepat Prajurit TNI Tangani Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
-
NASIONAL02/04/2026 11:00 WIBSahroni Sebut Kasus Air Keras ke Puspom TNI Sudah Benar
-
PAPUA TENGAH02/04/2026 11:15 WIBKurang dari 12 Jam, Polisi Berhasil Amankan Pelaku Pencurian di Hotel 66
-
NUSANTARA02/04/2026 12:30 WIBRugi Miliaran!11 Sumur Minyak Ilegal Muba Meledak Berkeping-keping
-
NASIONAL02/04/2026 10:00 WIBEddy Soeparno Puji Langkah Berani Presiden Prabowo Selamatkan Harga BBM
-
EKBIS02/04/2026 10:30 WIBPidato Perang Donald Trump Bikin IHSG Hari Ini Runtuh ke Level 7.092
-
NASIONAL02/04/2026 16:30 WIBGugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel, Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan
-
PAPUA TENGAH02/04/2026 08:45 WIBKejari Mimika Tangani 261 Perkara, Penganiayaan dan Narkotika Mendominasi

















