NASIONAL
Dugaan Kapal Tanker ‘Gelap’ Bocor di Batam, DPR Desak BP Batam Bentuk Tim Khusus
AKTUALITAS.ID – Komisi VI DPR menggelar rapat bersama BP Batam di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/7/2025), untuk membahas berbagai isu terkait pengelolaan dan potensi bahaya di wilayah perairan Batam. Dalam rapat tersebut, Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Mulyadi, menyampaikan kekhawatirannya terkait adanya dugaan kapal tanker yang bocor di perairan sekitar Batam.
Mulyadi mengungkapkan ia memperoleh informasi adanya kapal tanker milik Iran atau negara lain yang telah berlabuh di laut sekitar Batam selama hampir dua tahun. Ia menyebutkan kapal tersebut membawa sekitar 1,6 juta barel minyak dan menegaskan situasi ini sangat berbahaya jika tidak ditangani serius. Ia mendesak BP Batam untuk segera membentuk tim khusus guna mencari tahu keberadaan dan kondisi kapal tersebut.
“Kalau kapal itu bocor, bisa membahayakan ekosistem laut Batam dan bahkan negara tetangga seperti Singapura,” kata Mulyadi. Ia menambahkan pemilik kapal tersebut diduga dibiarkan beroperasi karena memiliki koneksi dan keuntungan tertentu, bahkan disebut-sebut sebagai ‘mesin ATM’ pejabat tertentu di daerah tersebut. Meski demikian, Mulyadi tidak menyebut secara rinci pejabat yang dimaksud.
Lebih jauh, Mulyadi menyatakan kekhawatirannya keberadaan kapal tersebut dan potensi bocornya minyak dapat merusak hubungan antara Indonesia dan Singapura, mengingat dampaknya terhadap lingkungan laut di sekitar perbatasan kedua negara. Ia menegaskan pentingnya tindakan tegas, termasuk penyitaan kapal jika terbukti bermasalah, demi melindungi ekosistem dan citra Indonesia.
“Kalau perlu kapal itu disita dulu, agar tidak membahayakan Batam dan lingkungan kita,” tegas Mulyadi. Ia juga menekankan bahwa promosi Batam sebagai kawasan industri harus tetap dijaga dari pencemaran dan masalah lingkungan yang bisa merusak reputasi daerah.
Rapat ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap kapal asing dan perlunya langkah cepat dari pihak berwenang untuk mengantisipasi bahaya yang dapat timbul dari kegiatan kapal tanker di wilayah perairan Indonesia. (Ari Wibowo/Mun)
-
NASIONAL20/07/2026 17:30 WIBBRIN Sebut Pola Komunikasi Kepala Bakom Perlu Dievaluasi
-
NASIONAL20/07/2026 17:00 WIBPengembalian Amplop Uang Raja Juli Tak Hapus Dugaan Pidana
-
DUNIA20/07/2026 19:00 WIBIran Klaim Hantam Pesawat Tempur AS di Yordania
-
RIAU20/07/2026 18:00 WIBPeringati Hari Jadi Bengkalis, Pemkab Gelar Lomba Tradisional untuk Lestarikan Budaya
-
NASIONAL20/07/2026 16:30 WIBAhmad Sahroni: Jangan Bawa Nama Presiden dalam Pembelaan Febrie Adriansyah
-
EKBIS20/07/2026 20:00 WIBAmran Ajak Investor Bangun Industri Susu untuk Swasembada Nasional
-
NASIONAL20/07/2026 16:00 WIBDPR Kecam Pencabulan 32 Murid SD di Makassar, Minta Pelaku Dihukum Berat
-
NUSANTARA20/07/2026 14:30 WIBKeji Kakek 60 Tahun Tega Mangsa 32 Murid SD di Makassar