NASIONAL
Prabowo: Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis Hanya 0,0006%
AKTUALITAS.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya buka suara terkait rentetan kasus keracunan massal yang menimpa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah pada awal 2026 ini.
Meski mengakui adanya laporan ribuan kasus gangguan kesehatan, Prabowo menegaskan bahwa secara statistik, program andalan pemerintah ini memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi, bahkan diklaim lebih baik dibandingkan standar Jepang maupun Eropa.
Dalam peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026), Prabowo memaparkan data yang diterimanya. Ia menyebut ada sekitar 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan seperti sakit perut dan keracunan. Namun, angka tersebut dinilai sangat kecil jika disandingkan dengan total distribusi makanan.
“Saya dapat laporan sampai hari ini sudah kurang lebih 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan. 28 ribu dari 4,5 miliar (porsi), kalau tidak salah itu adalah 0,0006 persen. Artinya 99,994 persen berhasil,” tegas Prabowo.
Presiden menekankan bahwa tidak ada upaya manusia yang bisa sempurna 100 persen, namun pemerintah terus melakukan evaluasi ketat.
“Kita punya statistik sampai hari ini, insya Allah kita pertahankan. Statistik itu lebih baik dari Jepang, dan lebih baik dari Eropa,” tambahnya.
Respons Presiden ini muncul di tengah sorotan publik atas kasus keracunan yang terjadi beruntun sepanjang Februari 2026. Di Tulungagung, Jawa Timur, siswa di lima sekolah (SDN 3 Bungur, SMKN 3 Boyanglu, SMK Sore, SMKN Boyolangu, dan MAN 2) dilaporkan keracunan usai menyantap menu MBG.
Sementara itu, temuan mengejutkan datang dari Kudus, Jawa Tengah. Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Abdul Hakam, mengonfirmasi bahwa sampel makanan dari SPPG Purwosari 01 positif terkontaminasi bakteri Escherichia Coli (E.Coli) berdasarkan uji laboratorium di BLK Semarang.
Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Penajam Paser Utara (Kaltim), Lombok Tengah (NTB), dan Singkawang Tengah (Kalbar).
Guna menekan angka keracunan, Prabowo memastikan penggunaan teknologi mutakhir dalam proses produksi MBG di unit SPPG Polri. Teknologi tersebut mencakup sistem penyaringan air canggih hingga penggunaan sinar ultraviolet (UV) untuk sterilisasi wadah makanan guna membunuh bakteri.
“Tiap hari pangan itu dibutuhkan untuk kelangsungan hidup rakyat kita. Inisiatif menggunakan teknologi terbaik namun tetap terjangkau adalah kunci,” pungkasnya. (Bowo/Mun)
-
NUSANTARA12/02/2026 20:45 WIBSopir Truk Air Bersih Ditembak OTK di Yahukimo, Aparat Lakukan Pengejaran
-
RAGAM12/02/2026 19:30 WIBMUI Tanggapi Potensi Perbedaan Awal Ramadhan
-
PAPUA TENGAH12/02/2026 19:22 WIBBelum Merata, MBG di Mimika Baru Sentuh 4 dari 18 Distrik
-
POLITIK12/02/2026 22:30 WIBSekjen PKB: Belum Ada Pembicaraan Bakal Cawapres untuk Prabowo
-
OLAHRAGA12/02/2026 20:00 WIBPerkuat Lini Pertahanan, Dewa United Rekrut Damion Lowe
-
EKBIS12/02/2026 20:30 WIBJelang Ramadhan Harga Daging Sapi Diprediksi Naik Hingga 15 Persen
-
NUSANTARA12/02/2026 22:00 WIBBawa Kokain 3Kg ke Bali, WN Brazil Divonis 18 Tahun Penjara
-
NASIONAL12/02/2026 21:00 WIBKemenhan Bantah Peradilan Militer Tidak Transparan

















