Connect with us

NASIONAL

Atasi Krisis Sampah, Pimpinan MPR Dukung Presiden Prabowo Libatkan Riset Kampus

Aktualitas.id -

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyatakan dukungannya terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan perguruan tinggi dalam upaya mengatasi persoalan sampah nasional.

Dukungan tersebut disampaikan Eddy menanggapi komitmen Presiden dalam forum Indonesia Economic Outlook, yang menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam menghadirkan inovasi teknologi pengolahan dan pemusnahan sampah.

“Kami mendukung langkah Presiden Prabowo untuk melibatkan kampus dalam menangani krisis sampah. Ini terobosan penting integrasi riset dan kebijakan publik. Masalah sampah ini harus diatasi secepatnya agar tidak menjadi krisis yang semakin merugikan masyarakat,” ujar Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Menurut Eddy, keterlibatan kampus menjadi krusial karena solusi yang ditawarkan berbasis riset ilmiah, data, dan kajian akademik yang mendalam. Selama program MPR Goes to Campus yang digelar di 40 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, ia mengaku menerima banyak rekomendasi konkret terkait pengelolaan sampah dan isu lingkungan.

“Selama setahun lebih berdialog dengan mahasiswa, guru besar, dan civitas academica, ada banyak solusi berbasis riset yang diberikan kampus untuk mengatasi masalah sampah,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah dapat memanfaatkan hasil riset tersebut untuk memperkuat kebijakan pengolahan sampah hingga tingkat kelurahan. Di sisi lain, kampus juga dapat menjalankan hilirisasi riset agar hasil penelitian bisa langsung diaplikasikan dalam kebijakan publik.

Eddy menyatakan siap menjadi fasilitator untuk menjembatani rekomendasi akademik dengan implementasi kebijakan pemerintah, sehingga solusi yang dihasilkan tidak berhenti pada tataran wacana.

Secara khusus, ia juga menyoroti terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang pengolahan sampah menjadi energi (Waste to Energy/WTE) sebagai langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah secara sistematis dan berkelanjutan.

“Kami berharap komitmen kuat Presiden terhadap masalah sampah ini diikuti kebijakan yang sejalan dari pejabat pusat hingga daerah agar permasalahan sampah bisa terselesaikan dan terkelola dengan baik,” tegasnya.

Pelibatan kampus dalam penanganan krisis sampah dinilai menjadi model kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah dalam menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks di Indonesia. (Mun)

TRENDING