Connect with us

NASIONAL

Eddy Soeparno: Indonesia Harus Lepas Ketergantungan Energi Fosil

Aktualitas.id -

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Eddy Soeparno, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Eddy Soeparno, menegaskan pentingnya percepatan elektrifikasi di Indonesia guna mengurangi ketergantungan terhadap impor energi fosil seperti minyak mentah, LPG, dan gas.

Menurutnya, dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, menjadi sinyal kuat bahwa ketergantungan pada energi impor dapat mengancam stabilitas ekonomi dan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Situasi global saat ini menunjukkan bahwa kita harus segera mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Elektrifikasi adalah solusi realistis yang bisa dipercepat,” ujar Eddy dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Ia menilai, langkah elektrifikasi harus dilakukan secara menyeluruh, baik di sektor industri maupun rumah tangga. Salah satu upaya konkret yang didorong adalah peralihan penggunaan LPG ke kompor listrik.

Selama ini, Indonesia mengimpor jutaan ton LPG setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kondisi tersebut dinilai membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga energi global serta tekanan geopolitik.

“Elektrifikasi rumah tangga, termasuk penggunaan kompor listrik, adalah solusi konkret untuk mengurangi ketergantungan tersebut,” tegasnya.

Selain itu, Eddy menekankan bahwa percepatan elektrifikasi juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemanfaatan energi dalam negeri, termasuk energi baru terbarukan (EBT).

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebijakan ini harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masyarakat. Pemerintah diminta memberikan dukungan melalui insentif, edukasi publik, serta memastikan ketersediaan infrastruktur listrik yang andal dan terjangkau.

“Pemerintah perlu memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap peralatan yang terjangkau, listrik yang stabil, dan pemahaman yang cukup mengenai manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eddy menegaskan sektor ketenagalistrikan memiliki peran strategis dalam mendukung transisi energi menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.

Saat ini, Indonesia masih sangat bergantung pada minyak dan gas, sementara alternatif energi belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, percepatan elektrifikasi dinilai menjadi langkah kunci dalam transformasi energi nasional.

Dengan tekanan global yang terus meningkat, percepatan elektrifikasi dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga kemandirian dan ketahanan energi Indonesia di masa depan. (Mun)

TRENDING