Connect with us

NASIONAL

TNI AL Buka Suara Soal Peluru Nyasar di Gresik

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Korps Marinir memberikan penjelasan terkait dugaan insiden peluru nyasar yang mengenai seorang siswa SMP di Gresik. Hingga kini, asal-usul proyektil tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Insiden tersebut menimpa DFH (14), siswa SMPN 33 Gresik, yang diduga terkena peluru nyasar saat berada di dalam musala sekolah pada 17 Desember 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.

Peluru diduga berasal dari latihan tembak prajurit Korps Marinir di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari lokasi sekolah.

Akibat kejadian tersebut, peluru menembus lengan kiri korban hingga mengenai tulang dan bersarang di bagian punggung tangan. Sementara satu siswa lain juga dilaporkan mengalami luka akibat proyektil.

Kedua korban sempat dilarikan ke RS Siti Khodijah Sepanjang untuk mendapatkan penanganan medis.

Perwira Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, Ahmad Fauzi, menyatakan pihaknya telah bergerak cepat sejak menerima laporan kejadian.

“Kesatuan langsung melakukan koordinasi dan memastikan korban mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum dapat dipastikan bahwa peluru tersebut berasal dari latihan Marinir.

“Masih perlu penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut,” katanya.

TNI AL menyebut telah menanggung seluruh biaya pengobatan korban, termasuk operasi pengangkatan proyektil, perawatan lanjutan, hingga pemberian santunan kepada keluarga.

Di sisi lain, pihak TNI AL juga membantah adanya dugaan intimidasi terhadap keluarga korban.

“Tidak pernah ada tindakan intimidatif. Kehadiran perwira semata untuk pendalaman teknis,” tegas Ahmad Fauzi.

Proses mediasi antara pihak keluarga dan TNI AL dilaporkan belum mencapai kesepakatan. Pihak keluarga disebut mengajukan tuntutan ganti rugi materiil dan immateriil hingga miliaran rupiah.

TNI AL menilai tuntutan tersebut tidak sesuai dengan asas kepatutan, sehingga dialog belum menemukan titik temu.

Meski demikian, TNI AL menyatakan tetap membuka ruang komunikasi dan penyelesaian secara kekeluargaan.

Kasus dugaan peluru nyasar ini menjadi perhatian publik dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. TNI Angkatan Laut mengimbau semua pihak untuk menunggu hasil resmi serta menjaga situasi tetap kondusif. (Firmansyah/Mun)

TRENDING