Connect with us

NASIONAL

Kapolri Baru Suyudi Pasang Peringatan Keras untuk Internal Polri

Aktualitas.id -

Foto: Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat mengikuti uji kelayakan calon Kapolri di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

AKTUALITAS.ID – Sinyal bahaya bagi aparat kepolisian yang masih nekat ‘bermain kotor’. Menapaki kursi nomor satu di Korps Bhayangkara, Komjen Suyudi Ario Seto langsung melontarkan ultimatum keras. Dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di hadapan Komisi III DPR RI, Kamis (1/10/2026), Suyudi menegaskan tidak ada lagi ampun bagi polisi yang doyan memeras, menerima suap, hingga menjadi beking kejahatan.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini menekankan, kultur kesederhanaan, transparansi, dan kejujuran akan dipaksa hidup kembali di tubuh Polri. Kepemimpinan yang berwibawa, tegasnya, harus lahir dari teladan nyata di lapangan, bukan sekadar perintah dari balik meja.

“Semangat yang ingin saya hidupkan sederhana: jangan bohong, tidak berbohong, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan tidak menyakiti masyarakat secara sewenang-wenang,” tegas Suyudi di Kompleks Parlemen, Senayan.

Lebih lanjut, ia menyoroti budaya kejar target penegakan hukum yang kerap dijadikan tameng oleh oknum anggota untuk menghalalkan segala cara. Suyudi menginstruksikan agar segala bentuk kekerasan sewenang-wenang dihentikan seketika. Ia berjanji akan turun gunung langsung untuk mengawasi implementasi perbaikan ini.

Untuk memastikan perubahan berjalan cepat, Suyudi telah menyiapkan peta jalan program 100 hari pertama yang ambisius. Pada 30 hari pertama, Polri akan fokus melakukan pemetaan masalah, komando perubahan, serta perlindungan terhadap kelompok rentan. Memasuki hari ke-31 hingga 100, fokus bergeser pada pengujian perbaikan dan koreksi kegagalan sistem.

Sejumlah program quick wins atau capaian cepat juga siap dieksekusi. Mulai dari penciptaan ruang publik yang aman, pemberantasan judi online (judol) dan narkoba, hingga penerapan penegakan hukum berbasis bukti ilmiah (scientific crime investigation). Suyudi juga menjamin transparansi penanganan kasus melalui optimalisasi Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

“100 hari pertama bukan panggung untuk mengumbar janji, melainkan fase membuktikan arah. Perubahan harus dimulai dari pimpinan. Polri yang kuat bukan karena ditakuti, melainkan karena dipercaya,” pungkasnya. (Andrey/Mun)

TRENDING

Exit mobile version