Connect with us

NASIONAL

DPR Desak Bongkar Asal Logam Radioaktif yang Melintas Kepri

Aktualitas.id -

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, (Instagram/@dengical_official)

AKTUALITAS.ID – Temuan ratusan ton logam tanah jarang (rare earth) yang mengandung unsur radioaktif dan diduga melintasi wilayah Kepulauan Riau (Kepri) mendapat sorotan serius dari DPR RI. Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, mendesak aparat terkait untuk tidak berhenti pada pengungkapan material semata, melainkan menelusuri hingga ke sumber penambangan dan eksplorasinya.

Menurut Syamsu, pengungkapan asal-usul material menjadi langkah penting untuk membongkar keseluruhan rantai peredaran logam tanah jarang yang mengandung unsur radioaktif tersebut.

“Kalau ada yang ditangkap di sini, pasti ada sumber penambangannya, ada sumber eksplorasinya. Itu yang harus ditelusuri secara menyeluruh,” ujar Syamsu saat mengikuti Rapat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (30/9/2026).

Politikus Fraksi PKB itu menilai aparat dan instansi teknis perlu menjelaskan siapa pihak yang memiliki kapasitas mengidentifikasi jenis logam tanah jarang tersebut sekaligus menelusuri asal material hingga ke titik hulu.

Menurutnya, investigasi menyeluruh sangat diperlukan mengingat pergerakan material berunsur radioaktif melalui wilayah maritim Indonesia tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Apalagi, Kepri merupakan salah satu kawasan strategis nasional yang menjadi jalur lalu lintas penting bagi perdagangan dan pelayaran internasional.

Selain menyoroti temuan logam tanah jarang radioaktif, Syamsu juga menaruh perhatian terhadap kesiapan pengamanan wilayah perairan Kepri yang memiliki sejumlah titik strategis atau chokepoint, seperti Selat Malaka dan perairan Natuna.

Ia menilai penguatan armada TNI Angkatan Laut menjadi kebutuhan mendesak guna menjamin keamanan wilayah perbatasan dan lalu lintas maritim nasional.

“Kepri ini memiliki banyak chokepoint strategis. Kita membutuhkan kemampuan respons cepat untuk melakukan penindakan ketika terjadi pelanggaran di wilayah tersebut,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Syamsu juga menyoroti pentingnya kehadiran Kapal Cepat Rudal (KCR) di wilayah Kepri. Menurutnya, armada pemukul taktis tersebut sangat dibutuhkan untuk memperkuat daya tangkal sekaligus mempercepat respons terhadap berbagai ancaman maupun pelanggaran yang terjadi di laut.

Jika saat ini KCR belum tersedia secara optimal di wilayah tersebut, dirinya mengaku akan mendorong agar armada tersebut segera disiagakan.

“Kalau memang armada pemukul taktis ini belum ada, saya akan dorong agar segera disiagakan di sini,” katanya.

Sorotan DPR muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan jalur laut strategis Indonesia yang menjadi pintu masuk sekaligus jalur transit berbagai komoditas bernilai tinggi. Penelusuran sumber logam tanah jarang radioaktif dinilai menjadi langkah krusial untuk memastikan keamanan nasional, keselamatan lingkungan, serta mencegah potensi pelanggaran yang lebih luas. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version