Connect with us

NUSANTARA

Aktivitas Merapi Meningkat, BPPTKG Catat 29 Kali Gempa Guguran

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat guguran lava pijar mencapai jarak hingga 1,8 kilometer ke arah barat daya, Kamis (30/10/2025). Enam aliran sungai di sekitar Merapi kini berpotensi menjadi jalur bahaya luncuran material vulkanik dan awan panas.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (Siaga). Potensi bahaya mencakup sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh 7 km dari puncak.

“Selain itu, di sektor tenggara potensi bahaya juga meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material bisa mencapai radius tiga kilometer dari kawah,” ujar Agus dalam keterangan resmi BPPTKG.

Dalam periode pengamatan 00.00–06.00 WIB, BPPTKG mencatat 29 kali gempa guguran, 14 kali gempa hybrid/fase banyak, dan 7 kali guguran lava yang mengarah ke barat daya (Kali Sat/Putih) sejauh 1.800 meter. Cuaca di sekitar puncak gunung dilaporkan cerah dengan asap kawah bertekanan lemah setinggi 100–200 meter.

Agus menegaskan, data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran di area berbahaya. Oleh karena itu, BPPTKG meminta masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di zona rawan dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas, terutama saat hujan di sekitar gunung.

“Masyarakat diminta selalu mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan instansi kebencanaan setempat. Jika terjadi perubahan signifikan, status Merapi akan segera dievaluasi kembali,” tambahnya.

Gunung Merapi, yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Dengan aktivitas yang masih tinggi, kewaspadaan penuh dari masyarakat menjadi kunci untuk menghindari dampak erupsi dan potensi bahaya lainnya. (Firmansyah/Mun)

TRENDING