NUSANTARA
Tiga Korban Longsor di Cilacap Berhasil Ditemukan
AKTUALITAS.ID – Bencana tanah longsor terjadi di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, hingga menimbun sejumlah rumah warga. Berdasarkan pendataan sementara setelah kejadian, total korban mencapai 46 orang, terdiri atas 23 selamat, dua meninggal dunia, dan 21 orang dilaporkan hilang.
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali menemukan tiga korban bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada hari ketiga operasi pencarian, Sabtu.
Korban pertama atas nama Muhammad Hafiz (6) ditemukan pada pukul 10.06 WIB, disusul korban kedua atas nama Nurisnaini (30) pada pukul 10.44 WIB, dan korban ketiga atas nama Asmanto (70) pada pukul 11.37 WIB di titik yang sama, yakni worksite A2.
“Alhamdulillah, telah kita temukan lagi tiga jenazah sehingga praktis tinggal 17 lagi. Kita sudah bekerja secara maksimal. Dari pagi alat berat hanya ada dua, kemudian menjadi empat, dan sekarang sudah bertambah menjadi tujuh. Nantinya akan dibantu hingga 12 alat berat,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Budi Irawan saat konferensi pers di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Sabtu siang.
Ia mengatakan kondisi medan sebagai menantang karena para korban tertimbun material longsor pada kedalaman 3 meter hingga 8 meter.
Oleh karena itu, kata dia, penambahan alat berat diperlukan untuk mempercepat proses penggalian dan memperluas area pencarian.
“Kita berharap cuaca mendukung agar proses ini bisa semakin cepat. Seluruh kebutuhan dasar warga terdampak sudah terpenuhi. Sesuai arahan Presiden, penanganan korban harus tuntas, tidak hanya proses pencarian, juga penyediaan hunian sementara bagi warga yang rumahnya tidak dapat dihuni lagi,” katanya.
Kepala Kantor SAR Cilacap Muhammad Abdullah mengatakan operasi pencarian telah dibagi dalam dua sektor utama, yaitu sektor A dan sektor B. Sektor A mencakup tiga worksite, yakni A1, A2, dan A3. Adapun sektor B terdiri dari worksite B1 dan B2.
“Dalam pelaksanaan hari ketiga ini, dua korban pertama ditemukan di worksite A2 dalam kondisi meninggal dunia. Terbaru, pukul 11.37 WIB, satu body part (bagian tubuh) korban kembali terevakuasi dari lokasi yang sama,” katanya.
Ia mengatakan proses evakuasi dilakukan menggunakan ekskavator karena tebalnya material longsor dan kondisi tanah yang tidak stabil.
Setelah berhasil dievakuasi, kata dia, seluruh jenazah dibawa ke RSUD Majenang untuk proses identifikasi lanjutan oleh tim medis.
Menurut dia, operasi SAR mendapat dukungan penuh dari berbagai unsur, termasuk anjing pelacak dari TNI, Polri, dan Basarnas, pompa alkon, peralatan berat dari BNPB, serta personel dari organisasi potensi SAR dan instansi pemerintah lainnya.
“Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya di beberapa titik yang telah dipetakan. Kami akan bekerja sampai seluruh korban ditemukan,” katanya.
Ia mengatakan tim SAR dijadwalkan melanjutkan operasi hingga cuaca dan kondisi medan tidak memungkinkan, dengan prioritas utama mempercepat penemuan seluruh korban yang masih hilang.
Hingga Sabtu, pukul 12.00 WIB, enam korban longsor ditemukan meninggal dunia, sehingga masih ada 17 warga dalam pencarian.
(Yan Kusuma/goeh)
-
NASIONAL13/03/2026 21:43 WIBWakil Koordinator KontraS Disiram Air Keras di Jakarta Pusat
-
NASIONAL13/03/2026 22:30 WIBKontraS Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
-
NASIONAL13/03/2026 20:00 WIBDPR Tegaskan Tidak Ada Larangan Mudik Pakai Motor
-
RIAU13/03/2026 20:45 WIBPolda Riau Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan, Kenalkan Program Green Policing
-
NASIONAL13/03/2026 23:33 WIBAndrie Yunus Alami Luka di Wajah dan Dada Akibat Serangan Air Keras
-
NUSANTARA13/03/2026 20:30 WIBLegislator PKB Serang Diduga Lecehkan Relawan Dapur MBG
-
NASIONAL13/03/2026 22:00 WIBMahasiswa Malang Sebut BoP Khianati UUD 1945
-
PAPUA TENGAH13/03/2026 19:15 WIBSatgas Damai Cartenz Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport di Grasberg

















