Connect with us

NUSANTARA

BMKG Peringatkan Masyarakat Sumut akan Potensi Hujan Lama dan Bencana Hidrometeorolo

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca kepada masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) terkait potensi hujan dengan durasi yang cukup panjang. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi pada Senin, (12/1/2026), dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor.

Prakirawan BMKG Wilayah I, Defri Mendoza, mengatakan sejumlah wilayah di Sumatera Utara berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat berlangsung sejak pagi hingga dini hari.

“Hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi dengan durasi cukup panjang, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Defri Mendoza di Medan, Minggu (11/1/2026).

BMKG menyebutkan, pada pagi hari, kondisi cuaca di Sumatera Utara umumnya berawan, namun potensi hujan ringan tetap terjadi di Tapanuli Tengah dan Sibolga. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.

Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan diperkirakan melanda sejumlah daerah, antara lain Padanglawas Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Padang Lawas, dan Humbang Hasundutan. Perubahan cuaca yang cepat berpotensi meningkatkan risiko genangan dan longsor di daerah rawan.

Sementara pada malam hari, hujan ringan hingga sedang diprediksi terjadi di beberapa wilayah, khususnya Langkat dan sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan berlanjut hingga dini hari dengan potensi hujan ringan hingga sedang di Langkat dan Karo.

BMKG menegaskan bahwa wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus adalah lereng barat dan pantai barat Sumatera Utara. Secara geografis, kawasan tersebut lebih rentan terhadap dampak hujan berkepanjangan.

“Diimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada potensi terjadinya hujan ringan hingga sedang dengan durasi cukup panjang di wilayah lereng barat dan pantai barat Sumatera Utara, yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor,” tegas Defri Mendoza.

Selain itu, BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 13 hingga 33 derajat Celcius, dengan kelembaban udara mencapai 65 hingga 89 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan rata-rata 4–11 kilometer per jam.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru, meningkatkan kesiapsiagaan, serta menyiapkan langkah mitigasi guna mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dalam menghadapi potensi bencana selama periode hujan berkepanjangan ini. (Irawan/Mun)

TRENDING