Connect with us

NUSANTARA

Paman dan Bibi di Surabaya Diduga Aniaya Balita

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Seorang balita perempuan berinisial K (4) di kawasan Jalan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh paman dan bibinya sendiri. Kasus ini terungkap setelah warga mendengar teriakan korban dari dalam kamar kos pada Senin (9/2/2026).

Dua terduga pelaku yakni Ufa Fahrul Agusti (30) dan Sellyna Adika Wahyuni (26) yang merupakan pasangan suami istri, telah diamankan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, menjelaskan bahwa korban dititipkan kepada kedua pelaku karena kondisi keluarga yang tidak lagi utuh.

“Bapaknya cerai, kerja di Gresik. Iya, anaknya dititipkan ke paman dan bibinya,” ujar AKBP Melatisari saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Korban mengalami lebam di beberapa bagian badan serta luka di bagian dagu yang mengeluarkan darah. Polisi menduga kekerasan dilakukan menggunakan tangan kosong atau benda tumpul.

“Korban mengalami lebam di badan, dagu berdarah, sepertinya menggunakan tangan kosong, masih pendalaman,” katanya.

Dari keterangan sementara, kedua tersangka mengaku melakukan tindakan kekerasan karena kesal terhadap perilaku korban yang dianggap sulit diatur. Namun, polisi masih mendalami motif dan kemungkinan adanya kekerasan berulang.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta pasal terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Saat ini, keduanya telah ditahan di Mapolrestabes Surabaya untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, korban telah dievakuasi dan mendapatkan perlindungan. Untuk sementara, balita tersebut tinggal bersama neneknya guna memastikan keselamatan dan pemulihan kondisi fisik maupun psikologisnya.

Polisi mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan indikasi kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar, demi mencegah terulangnya kasus serupa. (Irawan/Mun)

TRENDING