Connect with us

NUSANTARA

Petaka Selasa Sore di Lereng Merapi, 3 Orang Meninggal Disapu Lahar Dingin

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Banjir lahar hujan menerjang kawasan berhulu Sungai di lereng Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2026) sore hingga malam. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras berintensitas ekstrem mengguyur puncak Merapi selama beberapa jam.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka, dan dua korban lainnya masih dalam proses pencarian. Selain itu, sedikitnya 15 unit truk dilaporkan hanyut terseret arus lahar.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menjelaskan hujan mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung selama kurang lebih empat jam.

“Curah hujan tercatat mencapai 144 milimeter, sehingga memicu aliran lahar hujan di sejumlah sungai yang berhulu di Merapi,” ujarnya.

Material vulkanik berupa pasir, batu, dan lumpur terbawa derasnya arus dan menerjang kawasan di sekitar aliran sungai.

Tim gabungan menemukan korban di antara bebatuan dan timbunan pasir yang terbawa arus lahar. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Muntilan untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Koordinator Basarnas Unit Borobudur, Arif Yulianto, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara terdapat lima orang yang hanyut saat banjir lahar terjadi.

“Dari data yang ada, lima orang dilaporkan hanyut. Hingga pagi ini sudah tiga korban berhasil ditemukan, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian,” kata Arif.

Banjir lahar hujan dilaporkan menerjang kawasan Sungai Senowo dan sekitarnya. Selain menelan korban jiwa, arus deras juga menghanyutkan sejumlah truk yang berada di sekitar aliran sungai saat kejadian berlangsung.

Hingga kini, proses pencarian terhadap dua korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan menyusuri aliran sungai dan material endapan lahar.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan puncak Merapi, mengingat potensi banjir lahar hujan masih dapat terjadi sewaktu-waktu. (Kusuma/Mun)

TRENDING