NUSANTARA
Satgas Damai Cartenz Ungkap Jaringan Amunisi Ilegal di Jayapura
AKTUALITAS.ID – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 membongkar jaringan peredaran senjata dan amunisi ilegal di Papua. Dua tersangka berinisial NH dan HLT (38) ditangkap di Kabupaten Jayapura dalam operasi yang berlangsung di kawasan Bandara Sentani dan sebuah permukiman warga.
Penangkapan ini merupakan pengembangan dari rangkaian kasus distribusi amunisi yang terhubung dengan wilayah Yalimo dan Yahukimo. Aparat menelusuri jaringan tersebut sejak pertengahan Maret 2026.
Wakil Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 AKBP Andria mengatakan, hingga akhir Maret 2026, sebanyak 11 orang telah diamankan dalam jaringan yang sama.
“Kami mengungkap jaringan peredaran senjata dan amunisi ilegal di Papua. Dua pelaku yang diamankan merupakan bagian dari pengembangan kasus sejak 12 hingga 28 Maret 2026, termasuk jaringan di wilayah Yalimo dan Yahukimo,” kata Andria, Sabtu, (28/3/2026).
Hasil penyidikan mengungkap peran masing-masing tersangka. NH diduga merupakan anggota KKB Batalyon Yamue Yahukimo yang berperan sebagai penyandang dana. Sementara HLT diduga menjadi pemasok amunisi ilegal.
“Dalam jaringan ini, NH berperan sebagai penyedia dana, sedangkan HLT sebagai penyedia amunisi ilegal. Dari tangan HLT, kami mengamankan 132 butir amunisi kaliber 7,62 mm,” ujar Andria.
Selain itu, aparat turut menyita ratusan amunisi dari berbagai kaliber, satu senjata rakitan, sejumlah magazen, serta komponen senjata api ilegal lainnya. Temuan ini mengindikasikan pola distribusi yang terorganisasi.
“Barang bukti menunjukkan adanya pola distribusi terstruktur, mulai dari amunisi berbagai kaliber hingga komponen senjata tanpa izin,” kata Andria.
Kedua tersangka dijerat Pasal 306 juncto Pasal 20 KUHP Nomor 1 Tahun 2023 terkait kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya memutus rantai pasokan logistik kelompok bersenjata di Papua.
“Pengungkapan ini hasil pengembangan dari jaringan yang lebih luas. Kami akan terus menelusuri seluruh pihak yang terlibat guna memutus rantai peredaran senjata ilegal,” kata Faizal.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Adarma Sinaga menambahkan, sinergi dengan masyarakat menjadi langkah penting dalam pencegahan.
“Kami meningkatkan patroli serta memperkuat sinergi dengan aparat kewilayahan dan masyarakat guna mencegah peredaran senjata ilegal sejak dini,” ujar Adarma.
Satgas Damai Cartenz mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan. Aparat memastikan perlindungan terhadap identitas pelapor.
Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh jaringan peredaran senjata ilegal hingga ke tingkat paling bawah. (Ahmad)
-
DUNIA28/03/2026 18:30 WIBTeknis Pembebasan 2 Kapal Indonesia dari Selat Hormuz, Mulai Dibahas
-
NASIONAL28/03/2026 20:30 WIBMantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Tutup Usia
-
EKBIS28/03/2026 19:00 WIBAmran: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat
-
PAPUA TENGAH28/03/2026 19:29 WIBResmi Dilantik, Ketua IKKRO Mimika Dorong Sinergi Pembangunan
-
NUSANTARA29/03/2026 09:30 WIBJasad Pria Ditemukan Mengambang di Waduk Krenceng
-
DUNIA29/03/2026 08:00 WIBIRGC Klaim Serangan Rudal Hantam Target Ukraina di Dubai
-
PAPUA TENGAH28/03/2026 18:00 WIBBeredar Isu Adanya Pengungsian di Kapiraya, Polisi: Situasi Terkendali
-
JABODETABEK29/03/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Guyur Jakarta Minggu 29 Maret 2026

















