Connect with us

OASE

Rahasia di Balik Gelar Ummul Kitab pada Surat Al-Fatihah

Aktualitas.id -

Surah Al-Fatihah, Foto; Ist

AKTUALITAS.ID – Di dalam Al-Qur’an terdapat satu surat yang meski hanya terdiri dari tujuh ayat, namun mengandung inti ajaran Islam secara menyeluruh. Surat tersebut adalah Surat Al-Fatihah, yang dikenal dengan gelar Ummul Kitab atau Ummul Qur’an.

Secara bahasa, Al-Fatihah berarti pembukaan, karena surat ini berada di urutan pertama dalam susunan mushaf Al-Qur’an. Namun, perlu diketahui bahwa Al-Fatihah bukan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW. Kendati demikian, kedudukannya sangat istimewa hingga menjadi rukun bacaan dalam shalat.

Alasan Al-Fatihah Menjadi Ummul Qur’an

Ahli tafsir Al-Biqa’i, sebagaimana dikutip dalam Tafsir Al-Mishbah Jilid 1 karya M. Quraish Shihab, menjelaskan alasan mengapa Surat Al-Fatihah diletakkan di awal mushaf dan diawali dengan lafaz Basmalah.

BACA JUGA  Surat Al-Fatihah: Ketika Salat Menjadi Dialog Langsung dengan Allah

Menurut Al-Biqa’i, kedudukan Basmalah terhadap Al-Fatihah ibarat Al-Fatihah terhadap seluruh Al-Qur’an. Semua persoalan hidup manusia bermuara kepada Allah SWT. Itulah inti Basmalah, dan kandungan tersebut dijabarkan secara rinci dalam Surat Al-Fatihah.

Dengan kata lain, seluruh pesan Al-Qur’an sesungguhnya terhimpun dalam tujuh ayat Al-Fatihah, sedangkan ayat-ayat lainnya merupakan penjelasan dan perinciannya.

Lima Pokok Kandungan Surat Al-Fatihah

M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa Surat Al-Fatihah memuat lima pokok utama ajaran Islam, yaitu:

1 – Tauhid – penegasan keesaan Allah (ayat 2 dan 5)

2 – Janji dan ancaman – tentang rahmat dan keadilan Allah (ayat 1, 3, dan 7)

3 – Ibadah – hubungan hamba dengan Allah (ayat 5 dan 7)

BACA JUGA  Surat Al-Fatihah: Ketika Salat Menjadi Dialog Langsung dengan Allah

4 – Petunjuk jalan kebahagiaan – di dunia dan akhirat (ayat 6)

5 – Kisah umat terdahulu – sebagai pelajaran (isyarat pada ayat 7)

Kelima pokok tersebut mencerminkan seluruh isi Al-Qur’an, sehingga wajar bila Al-Fatihah disebut sebagai induk Al-Qur’an.

Nama-Nama Lain Surat Al-Fatihah

Selain Ummul Kitab, surat ini memiliki banyak gelar yang menggambarkan fungsinya. Dalam Tafsir Al-Mishbah, disebutkan nama-nama seperti al-Kanz (perbendaharaan), asy-Syafiyah (penyembuh), hingga ar-Ruqyah (mantera).

Rasulullah SAW sendiri memperkenalkan beberapa gelar secara langsung melalui haditsnya. Salah satunya adalah as-Sab’ al-Matsani (tujuh yang berulang-ulang). Dalam HR. Tirmidzi disebutkan:

“Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, Allah SWT tidak menurunkan di dalam Taurat, Injil, maupun Zabur dan Al-Qur’an suatu surat seperti as-Sab’ al-Matsani.”

BACA JUGA  Surat Al-Fatihah: Ketika Salat Menjadi Dialog Langsung dengan Allah

Pentingnya surat ini juga ditekankan Nabi dalam riwayat Bukhari dan Muslim, di mana beliau bersabda, “Tidak ada (tidak sah) sholat bagi yang tidak membaca Fatihah al-Kitab.” Bahkan, riwayat dari Abu Said al-Khudri menunjukkan bahwa surat ini pernah dibacakan sebagai penyembuh (Ruqyah) bagi seseorang yang terkena racun atau tikaman ular. (Mun)

TRENDING