OTOTEK
3.000 Flash Charge di Eropa Bakal Secepatnya Dipasang BYD
AKTUALITAS.ID – BYD diperkirakan akan membangun setidaknya 6.000 stasiun pengisian daya cepat dan canggih dalam waktu 12 bulan ke depan di luar China dan untuk pasar Eropa sendiri, mereka akan membangun sekitar 3.000 ribu unit.
Produsen otomotif asal China, BYD secara resmi telah mengonfirmasi bahwa mereka akan segera memasang alat pengisian daya cepat dan canggih di pasar Eropa (BYD Flash Charge), menurut laporan CarsCoops, Senin (13/4/2026) waktu setempat.
Saat ini, Eropa telah memiliki ribuan stasiun pengisian daya EV. Akan tetapi, perangkat BYD Flash Charge ini tidak hanya sedikit melampaui pengisi daya publik tercepat saat ini, tetapi benar-benar mengunggulinya.
BYD mengatakan perangkat keras baru ini dapat menghasilkan daya hingga 1.500 kW, menjadikannya perangkat pengisian daya tercepat yang diumumkan untuk Eropa hingga saat ini.
Kabar baiknya, fasilitas milik BYD ini, menggunakan konektor CCS2. Itu berarti, semua kendaraan listrik yang sudah support dengan konektor tersebut dapat menggunakan fasilitas tersebut.
BYD mengatakan bahwa teknologi baterai terbarunya dapat mengisi daya mobil yang kompatibel dari 10 hingga 70 persen dalam lima menit, dan dari 10 hingga 97 persen dalam sembilan menit.
Dengan waktu pengisian yang sudah diklaim oleh perusahaan tersebut, kegiatan mengisi daya kendaraan listrik menjadi lebih sebentar tidak seperti saat ini yang mencapai waktu lebih dari 30 menit.
Penerima manfaat besar pertama di Eropa adalah Denza Z9GT dan D9 DM-i. Z9GT adalah model yang mencolok, sebuah shooting brake listrik sepenuhnya dengan tiga motor, baterai 123 kWh, dan tenaga yang cukup untuk mencapai kecepatan 62 mph dalam 2,7 detik.
Sementara itu, minivan D9 DM-i membuktikan bahwa plug-in hybrid juga dapat ikut serta. Baterainya yang berkapasitas 58,5 kWh dapat menerima daya hingga 559 kW, memungkinkan waktu tempuh lima menit dari 10 hingga 70 persen dan sembilan menit dari 10 hingga 97 persen.
Hal ini sangat berguna pada MPV tujuh tempat duduk berukuran besar dengan jangkauan listrik 130 mil (209 km) dan total jarak tempuh 590 mil (950 km) saat tangki bensin penuh. Sebaliknya, beberapa PHEV dari merek lain masih belum menerima pengisian daya DC sama sekali.
Tentu saja, BYD bukan satu-satunya yang berlomba-lomba. Awal pekan ini, Geely mengklaim pengisi daya terbaru dan teknologi baterai Golden Brick mereka bahkan lebih cepat lagi, karena tampaknya industri telah memutuskan bahwa cara terbaik untuk menjual kendaraan listrik adalah melalui persaingan ketat dalam hal kecepatan.
(Ari Wibowo/goeh)
-
OTOTEK12/04/2026 19:30 WIBSistem Pengemudian Otonomos Tesla Disetujui
-
PAPUA TENGAH12/04/2026 20:00 WIBDiduga Putus Cinta, Pelajar di Mimika Ditemukan Tewas Gantung Diri
-
RAGAM13/04/2026 00:01 WIB500 Gelang Tiket Masuk Konser BTS Dicuri
-
EKBIS12/04/2026 23:00 WIBAPBN Dinilai Masih Resiliens, Namun Perlu Kewaspadaan
-
EKBIS12/04/2026 18:30 WIBKadin: Potensi Ekonomi Papua Tidak Hanya pada Emas-Tembaga
-
RAGAM12/04/2026 20:30 WIBCegah “Stain” Bagi Pecinta Kopi, Ini Waktu yang Tepat untuk Menyikat Gigi
-
NASIONAL12/04/2026 21:00 WIBPakai Surat Bermeterai Jadi Modus Bupati Tulungagung Lakukan Pemerasan
-
OLAHRAGA12/04/2026 21:30 WIBPutaran Pembuka GTWCE, Sean Gelael Jalani Start Tersulit
















