RAGAM
Penelitian Terbaru: Patahan Raksasa di Bawah Laut Sulawesi Sambungkan Sesar Benua
AKTUALITAS.ID – Temuan terbaru ilmuwan mengungkap adanya patahan besar di bawah Sulawesi yang berpotensi memicu tsunami, sekaligus menjelaskan fenomena tak biasa pada bencana Palu 2018.
Sebuah temuan ilmiah terbaru mengungkap adanya patahan raksasa di bawah wilayah Sulawesi yang berpotensi memicu tsunami besar. Patahan tersebut merupakan bagian dari sistem Sesar Palu-Koro yang kini diketahui terhubung hingga ke dasar laut.
Penelitian yang dipimpin oleh Tang Tingwei dari Chinese Academy of Sciences menemukan bahwa patahan ini membelah kerak Bumi dan tersambung dengan sistem sesar di Laut Sulawesi.
Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas gempa di daratan tidak hanya berdampak di permukaan, tetapi juga dapat memicu pergerakan besar di dasar laut.
Struktur geologi di wilayah tersebut tergolong unik. Ketebalan kerak bumi di bawah Laut Sulawesi hanya sekitar 8 kilometer, jauh lebih tipis dibandingkan wilayah sekitarnya yang mencapai 26 kilometer. Perbedaan ini menciptakan zona tekanan tinggi di titik pertemuan dua lapisan tersebut.
Kondisi tersebut dinilai menjadi faktor penting yang dapat memperbesar potensi terjadinya deformasi dasar laut saat gempa terjadi.
Penelitian ini juga memberikan penjelasan atas fenomena tsunami besar yang terjadi saat gempa Palu pada 28 September 2018. Saat itu, gelombang tsunami mencapai hampir 11 meter, jauh di luar perkiraan ilmiah sebelumnya.
Biasanya, patahan geser seperti Palu-Koro hanya menghasilkan pergerakan horizontal yang tidak signifikan dalam mengangkat air laut. Namun dalam kasus Palu, deformasi dasar laut terjadi secara tidak biasa.
Hal ini disebabkan oleh runtuhan patahan yang sangat cepat, atau dikenal sebagai fenomena supershear, yang menyebabkan energi gempa menyebar lebih luas dan memicu perubahan signifikan di dasar laut.
Akibatnya, gempa darat di Sulawesi tidak hanya berdampak di daratan, tetapi juga mampu menggerakkan sistem bawah laut yang kemudian memicu tsunami.
Temuan ini menjadi peringatan penting bahwa potensi bencana di wilayah Sulawesi tidak bisa dipandang secara terpisah antara darat dan laut.
Para ahli menilai pemahaman baru tentang struktur patahan ini harus menjadi dasar dalam meningkatkan sistem mitigasi bencana, khususnya di wilayah rawan gempa dan tsunami seperti Sulawesi. (Kusuma/Mun)
-
NUSANTARA29/10/2026 07:30 WIBPaman Mau Perkosa Keponakan, Lansia Penolong Malah Dihajar Hingga Tewas
-
NASIONAL29/10/2026 07:00 WIBDPR Pasang Target Ambisius untuk RUU Perampasan Aset
-
NASIONAL29/10/2026 10:00 WIBDemo Bukan Perang! Koalisi Sipil Desak Pasukan TNI Ditarik dari Jalanan Jakart
-
JABODETABEK29/10/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Petir Diprediksi Guyur Sejumlah Wilayah Jakarta
-
NASIONAL29/10/2026 06:00 WIBDasco Minta Kritik Kabut Asap Dijawab dengan Penegakan Hukum
-
NASIONAL29/10/2026 11:00 WIBErna Sari Dewi: Pemuda Jangan Cuma Jadi Penonton Perubahan
-
EKBIS29/10/2026 10:30 WIBBaru Naik Dua Hari, Emas Antam Mendadak Berbalik Arah
-
NUSANTARA29/10/2026 11:30 WIBRibuan Rumah Terendam Banjir di Medan
















