POLITIK
Cak Imin Usul Pilkada Tak Langsung, Golkar: Perlu Lebih Banyak Opsi
AKTUALITAS.ID – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji merespons usulan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin terkait penyelenggaraan Pilkada tidak langsung. Sarmuji menyatakan Pilkada tidak langsung merupakan salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan, namun harus tetap melibatkan masyarakat daerah.
“Kita perlu memperbanyak opsi. Rasanya kalau ditunjuk langsung oleh pusat keterlibatan daerah menjadi nihil. Akan lebih bagus tetap ada keterlibatan representasi masyarakat daerah,” kata Sarmuji ketika dihubungi, Jumat (25/7/2025).
Sarmuji mengaku sependapat Pilkada tidak langsung dapat menekan biaya dan mencegah politik uang. Namun, ia menegaskan Pilkada bukan hanya soal biaya, tetapi juga tentang keterikatan emosional dengan masyarakat daerah.
“Pilkada bukan hanya soal uang, tapi juga tentang keterikatan emosional dengan masyarakat daerah. Keterikatan itulah yang melahirkan keberpihakan. Apapun sistemnya keberpihakan terhadap masyarakat daerah tidak boleh hilang,” katanya.
Lebih lanjut, Sarmuji mengungkapkan bahwa pihaknya masih mendalami sejumlah opsi terkait penyelenggaraan Pilkada. Ia menekankan pentingnya partai politik duduk bersama untuk membahas opsi penyelenggaraan Pilkada yang ideal.
“Sangat perlu (duduk bersama), paling tidak bisa menyamakan frekuensi terlebih dahulu sebelum pembicaraan yang lebih formal,” ujar Sarmuji.
Sebelumnya, Cak Imin menanggapi ide pemilihan kepala daerah dengan menyampaikan hasil kajian ulang PKB terhadap pemilihan kepala daerah secara langsung. Cak Imin menjelaskan bahwa ada dua hal yang menjadi kesimpulan PKB dalam pengkajiannya.
“Jadi sebetulnya hasil pertemuan NU di beberapa kali munas, musyawarah nasional memerintahkan kepada PKB untuk mengkaji ulang pemilihan kepala daerah secara langsung. Satu, kesimpulannya seluruh kepala daerah habis biaya mahal untuk menjadi kepala daerah, yang kadang-kadang tidak rasional. Yang kedua, ujung-ujungnya pemerintah daerah juga bergantung kepada pemerintah pusat dalam seluruh aspek, belum bisa mandiri atau apalagi otonom,” kata Cak Imin di JCC Senayan, Rabu (23/7/2025).
Cak Imin menambahkan bahwa PKB ingin menerapkan dua pola dalam pemilihan kepala daerah, yakni gubernur dipilih oleh pemerintah pusat dan bupati/walikota dipilih oleh rakyat melalui DPRD.
“Nah, melihat kondisi itu PKB berkesimpulan harus ada cari jalan efektif antara kemauan rakyat dengan kemauan pemerintah pusat. Nah, karena Pilkada secara langsung ini berbiaya tinggi, maka kita ingin sebetulnya dua pola,” pungkas Cak Imin. (Ari Wibowo/Mun)
-
POLITIK03/04/2026 14:30 WIBLakukan Kekerasan Kepada Istri dan Anak, Kader Demokrat Dilaporkan
-
RIAU03/04/2026 13:15 WIBHadapi Super El Nino 2026, Kapolda Riau Susun Langkah Pencegahan Dini
-
OLAHRAGA03/04/2026 08:00 WIBTim Sepeda Putri Indonesia Terbaik ASEAN
-
DUNIA03/04/2026 06:00 WIBGCC Desak DK PBB Lindungi Jalur Maritim Bila Selat Hormuz Ditutup
-
JABODETABEK03/04/2026 05:30 WIBCuaca Hari ini, Didominasi Berawan dan Hujan Sore Hari
-
NASIONAL03/04/2026 12:00 WIBKomnas HAM: Buka Identitas Pelaku Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Publik
-
NASIONAL03/04/2026 13:30 WIBPanglima TNI Terima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia
-
NUSANTARA03/04/2026 10:30 WIBKabupaten Grobogan Banjir, 12 Desa Tergenang

















