Connect with us

POLITIK

Koalisi Gemuk Dukung Prabowo Dua Periode, Bagaimana Sikap NasDem?

Aktualitas.id -

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, Dok: aktuaitas.id - ai

AKTUALITAS.ID Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menanggapi usulan sejumlah partai politik yang mendorong Prabowo Subianto untuk maju dua periode pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Paloh menegaskan, NasDem belum mengambil keputusan terkait dukungan tersebut.

Menurut Paloh, kontestasi Pilpres 2029 masih cukup lama sehingga belum ada pembahasan serius di internal partai mengenai arah dukungan politik.

“Ah itu nanti kita sudah pikirkan. Kan kita ada di sana,” ujar Paloh kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026).

Pernyataan Paloh tersebut merespons dukungan terbuka dari sejumlah partai koalisi terhadap wacana Prabowo dua periode. Salah satu yang paling vokal adalah Partai Gerindra.

Ketua Dewan Kehormatan Gerindra, Ahmad Muzani, menyebut partainya memiliki modal kuat untuk meyakini Prabowo layak kembali maju di Pemilu 2029. Ia merujuk pada hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia pada awal 2026 yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo mencapai sekitar 80 persen.

“Support terhadap kepercayaan Pak Prabowo disurveikan cukup tinggi, 80 persen survei yang terbaru. Jadi itu menjadi modal kami untuk makin meyakinkan bahwa Prabowo dua periode InsyaAllah tidak terlalu susah,” kata Muzani di Banda Aceh, Selasa (10/2/2026).

Selain faktor elektabilitas, Muzani juga menilai program prioritas pemerintahan Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi daya dorong politik yang signifikan. Program tersebut dinilai berbasis komunitas dan menyasar kebutuhan sosial secara langsung.

“Program-program yang sekarang sedang berjalan adalah program-program yang nyata-nyata berbasis kepada komunitas sosial, seperti makan bergizi yang sekarang sudah mulai menemukan pola dan bentuknya,” ujarnya.

Sejauh ini, sejumlah partai yang secara terbuka menyatakan dukungan untuk Prabowo dua periode antara lain Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Meski demikian, dinamika politik menuju Pilpres 2029 diperkirakan masih sangat cair. Sikap NasDem yang belum menentukan arah dukungan menunjukkan konfigurasi koalisi masih berpotensi berubah seiring perkembangan politik nasional dalam beberapa tahun ke depan. (Firmansyah/Mun)

TRENDING