Connect with us

RAGAM

Mengapa Tidak Boleh Tersenyum Lebar Saat Berfoto Paspor?

Aktualitas.id -

Ilustrasi buku paspor, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Pernahkah Anda merasa canggung saat petugas imigrasi meminta Anda memasang wajah datar dan melarang tersenyum saat pengambilan foto paspor? Bagi sebagian orang, aturan ini terasa kaku dan membuat hasil foto terlihat kurang menarik.

Namun, larangan tersenyum lebar – apalagi hingga memperlihatkan deretan gigi—bukanlah aturan tanpa dasar. Di balik instruksi tersebut, terdapat teknologi canggih dan standar keamanan internasional yang berlaku di seluruh dunia demi kelancaran perjalanan Anda sendiri.

Bukan Sekadar Estetika, Tapi Matematika

Alasan utama mengapa foto paspor harus berwajah netral adalah karena penggunaan teknologi biometrik. Paspor modern saat ini bukan sekadar buku identitas, melainkan dokumen yang memuat data chip digital.

Perangkat lunak pengenalan wajah (facial recognition) di bandara tidak melihat emosi atau kepribadian Anda. Sistem ini bekerja dengan memetakan wajah Anda ke dalam angka-angka matematis.

“Sistem memproses pola dan rasio wajah, mulai dari jarak antarmata, bentuk rahang, posisi hidung, hingga lebar mulut,” tulis laporan yang mengutip Times of India, Kamis (25/12/2025).

Ketika Anda tersenyum lebar, proporsi wajah akan berubah drastis: pipi terangkat, mata menyipit, dan bentuk mulut melebar. Perubahan ini mengacaukan titik-titik pengukuran biometrik tersebut. Akibatnya, algoritma komputer akan kesulitan mencocokkan wajah asli Anda dengan data yang tersimpan di paspor.

Studi Ilmiah: Wajah Datar Lebih Akurat

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Forensic Science International memperkuat aturan ini. Riset tersebut membuktikan bahwa ekspresi wajah netral memberikan hasil identifikasi yang jauh lebih akurat dibandingkan wajah tersenyum, terutama setelah jeda waktu yang lama.

Saat otot wajah rileks (netral), fitur wajah menjadi lebih stabil dan mudah diukur. Hal ini meminimalkan risiko kesalahan sistem atau false warning di gerbang otomatis (autogate) bandara yang kini memindai ribuan wajah setiap harinya.

Risiko Penolakan dan Masalah di Bandara

Jika Anda memaksakan diri untuk tersenyum lebar saat pembuatan paspor, risiko terbesarnya adalah penolakan langsung oleh petugas. Anda akan diminta foto ulang, yang berarti memperlama proses administrasi.

Namun, risiko jangka panjangnya lebih merepotkan. Paspor berlaku selama 5 hingga 10 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, wajah manusia mengalami perubahan alami akibat penuaan, perubahan berat badan, atau pergeseran garis rambut.

Ekspresi netral terbukti lebih “tahan banting” terhadap perubahan zaman dibandingkan wajah tersenyum yang sangat dipengaruhi oleh tonus otot dan kondisi gigi. Foto dengan senyum lebar berpotensi membuat Anda tertahan lebih lama di pemeriksaan imigrasi luar negeri karena sistem gagal mengenali wajah Anda secara otomatis, sehingga memerlukan pemeriksaan manual oleh petugas.

Jadi, wajah datar di paspor bukanlah tanda ketidakramahan, melainkan kunci agar Anda bisa melenggang bebas tanpa hambatan di seluruh bandara dunia. (Kusuma/Mun)

TRENDING