RAGAM
Multivitamin Dapat Membantu Perlambat Penuaan
AKTUALITAS.ID – Secara praktis, multivitamin dapat menjadi pilihan intervensi yang relatif terjangkau dan mudah diakses untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian, terutama pada orang dewasa yang berisiko mengalami kekurangan asupan nutrisi akibat perubahan pola makan dan penyerapan zat gizi seiring bertambahnya usia.
Kebiasaan sederhana mengonsumsi multivitamin setiap hari berpotensi membantu memperlambat proses penuaan biologis, berdasarkan hasil studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine.
Penelitian tersebut merupakan bagian dari uji klinis besar bertajuk Cocoa Supplement and Multivitamin Outcomes Study (COSMOS) yang melibatkan 21.442 partisipan. Dalam analisis lanjutan, peneliti memfokuskan pada 958 orang dengan usia rata-rata 70 tahun, sebagaimana yang dilaporkan di laman Eating Well pada Senin waktu setempat.
Pada awal penelitian, peneliti mengambil sampel darah untuk mengukur penanda penuaan biologis yang dikenal sebagai “epigenetic clocks”. Penanda ini digunakan untuk memperkirakan usia biologis seseorang dan laju penuaan tubuhnya.
Peserta kemudian dibagi secara acak ke dalam empat kelompok, yakni kelompok yang mengonsumsi multivitamin dan ekstrak kakao, multivitamin dan plasebo kakao, ekstrak kakao dan plasebo multivitamin, serta plasebo untuk keduanya. Suplemen dikonsumsi setiap hari selama dua tahun.
Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi multivitamin setiap hari mengalami perlambatan peningkatan beberapa penanda penuaan dibandingkan kelompok plasebo. Efek tersebut terlihat lebih kuat pada peserta yang sejak awal menunjukkan tanda penuaan biologis lebih cepat.
Sebaliknya, suplementasi ekstrak kakao tidak menunjukkan dampak signifikan terhadap penanda penuaan biologis dalam studi ini.
Tingkat kepatuhan peserta tergolong tinggi, sekitar 92 persen secara konsisten mengonsumsi multivitamin sesuai anjuran. Peneliti menilai hal ini memperkuat temuan bahwa efek yang terlihat berkaitan dengan konsumsi rutin.
Meski hasilnya dinilai menjanjikan, peneliti menekankan perlunya studi lanjutan untuk memastikan apakah perubahan pada penanda biologis tersebut berdampak langsung pada manfaat kesehatan jangka panjang.
Namun, konsumsi suplemen tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan, khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat rutin.
(Yan Kusuma/goeh)
-
PAPUA TENGAH11/03/2026 12:11 WIBPenembakan di Area Tambang Grasberg Mimika, 1 Karyawan Freeport Tewas
-
FOTO11/03/2026 16:39 WIBFOTO: AHY Beri Bantuan Sosial untuk Ojol dan Warga Tionghoa di Masjid Babah Alun
-
EKBIS10/03/2026 23:00 WIBBahlil: Kapal Pertamina Segera Bebas dari Teluk Arab
-
POLITIK10/03/2026 21:30 WIBPAN Copot Bupati Rejang Lebong Dari Jabatan Partai
-
NUSANTARA10/03/2026 22:00 WIBJelang Arus Mudik, Polda DIY Cek Kesiapan Tol Purwomartani
-
JABODETABEK10/03/2026 23:30 WIBKecelakaan Beruntun di Tol JORR Jaktim, Satu Korban Terjepit Diantara Kendaraan
-
DUNIA10/03/2026 22:30 WIBEskalasi Konflik Lebanon-Israel Meningkat, 700.000 Orang Mengungsi
-
OLAHRAGA11/03/2026 00:01 WIBPiala Dunia Tidak Akan Ditunda Meski Situasi Timur Tengah Bergejolak

















