DUNIA
Atasi Masalah Narkoba, Donald Trump Bersedia Berbicara dengan Nicolas Maduro
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk membuka dialog dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, meski Washington baru saja menetapkan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing (Foreign Terrorist Organization/FTO). Dialog ini disebut Trump sebagai opsi untuk menyelesaikan persoalan perdagangan narkoba yang selama ini membebani hubungan kedua negara.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di pesawat Air Force One pada Selasa (25/11), Trump menegaskan bahwa dirinya tetap terbuka berbicara dengan Maduro apabila langkah itu dapat memberikan dampak signifikan terhadap penyelamatan nyawa dan pemberantasan narkoba.
“Jika kita bisa menyelamatkan nyawa, jika kita bisa melakukannya dengan cara yang mudah, boleh saja. Dan jika kita memang perlu melakukannya dengan cara yang keras, itu juga tidak masalah,” ujar Trump, sebagaimana dikutip Anadolu Agency.
Pernyataan tersebut muncul sehari setelah pemerintah AS secara resmi memasukkan Cartel de los Soles – atau Kartel Matahari – ke dalam daftar organisasi teroris asing. Washington menuduh kartel yang berbasis di Venezuela itu terlibat langsung dalam aksi kekerasan di AS, serta menjadi jalur utama penyelundupan narkoba ke Amerika dan Eropa.
Selain itu, AS juga menuduh bahwa kartel tersebut dipimpin oleh Presiden Nicolas Maduro dan sejumlah pejabat tinggi Venezuela yang disebut tidak merepresentasikan pemerintahan yang sah.
Hubungan kedua negara semakin memburuk sejak Trump memerintahkan operasi anti-narkoba besar-besaran di wilayah Karibia pada Agustus lalu. Caracas menganggap operasi itu sebagai tindakan agresi yang telah menewaskan warga sipil dan bertujuan menggulingkan pemerintahan Maduro.
Dalam operasi tersebut, kapal-kapal yang diduga membawa narkoba diserang oleh militer AS. Maduro pun menuduh Washington menggunakan isu narkoba sebagai dalih untuk merongrong stabilitas politik Venezuela.
Sejak awal masa jabatannya, Trump memang menunjukkan ketidaksukaan terhadap Maduro. Ia tidak mengakui kemenangan Maduro dalam pemilu 2018, dan kembali menolak pengesahan kemenangan Maduro pada pemilu Venezuela tahun lalu, yang menurut pemerintah AS sarat dengan kecurangan.
Dengan sinyal kesiapan membuka dialog ini, dunia kini menunggu apakah hubungan AS–Venezuela akan memasuki babak baru atau justru semakin memanas setelah penetapan kartel sebagai organisasi teroris. (Bowo/Mun)
-
NASIONAL30/11/2025 09:00 WIBBNPB Laporkan 303 Meninggal di Aceh, Sumut, dan Sumbar Setelah Banjir Bandang
-
EKBIS30/11/2025 09:30 WIBDaftar Harga BBM Terbaru di SPBU Indonesia per 30 November 2025
-
NUSANTARA30/11/2025 06:30 WIBTerdesak Lapar 3 Hari, Korban Banjir Sibolga Nekat Jarah Gudang Bulog hingga Minimarket
-
NASIONAL30/11/2025 11:00 WIBTabrak Putusan MK? Pelantikan Irjen Hendro Pandowo sebagai Irjen Kemenkum Tuai Kritik Keras
-
NASIONAL30/11/2025 12:00 WIBBanjir Sumut Dipenuhi Kayu Gelondongan, DPR Minta Investigasi
-
FOTO30/11/2025 07:56 WIBFOTO: Mahasiswa UIN Jakarta Juara 1 Debat Penegakan Hukum Pemilu
-
DUNIA30/11/2025 08:00 WIBKorban Tewas Perang Gaza Capai 70.100 Orang Menurut Kementerian Kesehatan Gaza
-
JABODETABEK30/11/2025 05:30 WIBBMKG: Cuaca Jakarta Hari Minggu (30/11/2025) Berpotensi Hujan

















