DUNIA
Iran Klaim Bom AS Belum Meledak Masih Ada di Situs Nuklir
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Iran mengklaim masih terdapat bom Amerika Serikat yang belum meledak di fasilitas nuklirnya yang menjadi sasaran serangan militer tahun lalu. Klaim tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi.
Pernyataan Araghchi itu dikutip Young Journalists Club, media milik Iran, pada Minggu (9/2/2026). Dalam keterangannya, Araghchi menekankan bahwa risiko keamanan masih menjadi persoalan serius di lokasi fasilitas nuklir yang pernah digempur Amerika Serikat.
Menurut Araghchi, isu tersebut menjadi alasan Iran mengusulkan adanya aturan dan protokol hukum khusus sebelum IAEA melakukan kunjungan atau inspeksi ke fasilitas nuklir Iran yang terdampak serangan.
“Tidak, tidak ada ketentuan seperti itu,” ujar Araghchi mengutip jawaban Rafael Grossi, sebagaimana dilansir Middle East Monitor.
Meski demikian, Araghchi menegaskan perlunya penyusunan protokol keamanan sebelum inspeksi dilakukan. Ia menyebut masih ada sejumlah persoalan yang harus disepakati, termasuk keberadaan bom yang belum meledak di sekitar fasilitas nuklir.
“Mengingat persoalan keamanan yang masih ada, termasuk keberadaan bom yang belum meledak serta sejumlah hal lain yang perlu disepakati,” kata Araghchi.
Ia menegaskan, Iran hanya akan mengizinkan inspeksi IAEA setelah tercapai kesepakatan terkait isu-isu keamanan tersebut. Meski begitu, Teheran menyatakan tetap menjalin komunikasi dengan IAEA.
“Iran tetap menjalin komunikasi dengan badan tersebut terkait hal ini,” tambahnya.
Pada Juni tahun lalu, Israel dengan dukungan Amerika Serikat melancarkan serangan selama 12 hari ke wilayah Iran, yang menargetkan fasilitas militer, situs nuklir, serta sejumlah objek sipil. Dalam serangan tersebut, beberapa komandan militer dan ilmuwan Iran dilaporkan tewas.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target militer dan intelijen Israel. Dalam eskalasi konflik tersebut, Amerika Serikat mengebom tiga lokasi nuklir Iran sebelum akhirnya mengumumkan gencatan senjata.
Araghchi juga menegaskan bahwa Iran tidak menaruh kepercayaan kepada Amerika Serikat, meskipun perundingan antara kedua negara kembali digelar.
“Mereka telah mencoba berbagai cara dan gagal, lalu kini kembali ke meja perundingan, namun belum jelas ke mana arah pembicaraan ini,” ujarnya.
Ia menilai masih ada kemungkinan AS menggunakan taktik tipu daya dalam proses negosiasi. Karena itu, Araghchi meminta seluruh lembaga di Iran tetap menjalankan tugasnya tanpa bergantung pada hasil perundingan.
“Kami tidak mempercayai mereka. Semua lembaga di Iran harus tetap menjalankan tugasnya terlepas dari perkembangan ini,” tegasnya.
Perundingan antara Teheran dan Washington kembali berlangsung di Muscat, Oman, pada Jumat lalu. Dialog tersebut digelar di tengah meningkatnya ketegangan, menyusul pengerahan militer Amerika Serikat di perairan Teluk Persia yang berdekatan dengan wilayah Iran.
Pernyataan Iran soal bom AS yang belum meledak ini berpotensi menambah kompleksitas hubungan Iran, Amerika Serikat, dan IAEA, sekaligus memperpanjang ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
EKBIS10/02/2026 11:30 WIBLanjut Naik! Cek Tabel Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 10 Februari 2026
-
RAGAM10/02/2026 15:30 WIBLibur Panjang! Ini Kalender Libur Awal Ramadan dan Idulfitri 2026 untuk Siswa SD-SMA
-
NASIONAL10/02/2026 11:00 WIBRibuan Pasukan TNI AD Siap Berangkat ke Gaza untuk Misi Perdamaian
-
EKBIS10/02/2026 10:30 WIBRupiah Menguat Lagi Hari Ini ke Rp16.790 per Dolar AS
-
RAGAM10/02/2026 13:30 WIBBukan Cuma Hujan, Peneliti BRIN Ungkap 3 Penyebab Utama Jakarta Sering Banjir
-
RIAU10/02/2026 19:30 WIBKasus Gajah Mati di Konsesi PT RAPP Estate Ukui, Begini Penjelasan Kapolres Pelalawan
-
NASIONAL10/02/2026 10:00 WIBDKPP Beri Sanksi Pemberhentian Tetap kepada 3 Anggota KPU
-
DUNIA10/02/2026 08:00 WIBMenteri Israel Perluas Penjajahan di Tepi Barat, Hamas Serukan Pemberontakan

















