Berita
Seorang Terduga Teroris Tertangkap di Tangerang
AKTUALITAS.ID – Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri berhasil melakukan penangkapan terhadap satu orang terduga teroris di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Penangkapan tersebut berlangsung pada hari ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan hal tersebut. Penangkapan itu dilakukan di Jalan Komari 2, Perumahan Islamic Villave, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. “Benar […]
AKTUALITAS.ID – Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri berhasil melakukan penangkapan terhadap satu orang terduga teroris di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Penangkapan tersebut berlangsung pada hari ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan hal tersebut. Penangkapan itu dilakukan di Jalan Komari 2, Perumahan Islamic Villave, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
“Benar telah dilakukan penangkapan terduga teroris atas nama AM,” kata Yusri, Rabu (24/3/2021).
Penangkapan itu dikabarkan berlangsung pagi tadi sekitar pukul 07.45 WIB. Tim Densus pun juga langsung melakukan penggeledahan di sana.
“Dilakukan penggeledahan di rumah yang bersangkutan,” beber Yusri.
Yusri tidak menjelaskan lebih rinci prihal terduga teroris yang baru saja ditangkap pihaknya. Dia menyebut hal tersebut akan dipaparkan oleh Mabes Polri.
-
RIAU17/02/2026 16:00 WIBJelang Imlek dan Ramadan, Dishub Bengkalis Siagakan Lima Armada Roro untuk Layani Lonjakan Arus
-
JABODETABEK17/02/2026 13:30 WIBTiga Pencuri Batik Tulis Rp1,3 Miliar di JCC Senayan Ditangkap Polisi
-
NUSANTARA17/02/2026 08:30 WIBPaman dan Bibi di Surabaya Diduga Aniaya Balita
-
NASIONAL17/02/2026 14:00 WIBKPK Minta Lapor Dewas soal Dugaan Penyidik Minta Rp 10 M Kasus RPTKA
-
NASIONAL17/02/2026 13:00 WIBPDIP Tolak Pengiriman Pasukan ke Gaza tanpa PBB
-
NASIONAL17/02/2026 09:00 WIBSekjen Golkar: Revisi UU KPK Bukan Hanya Inisiatif DPR
-
PAPUA TENGAH17/02/2026 19:15 WIBPatroli Humanis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Rasa Aman Warga Sinak
-
RAGAM17/02/2026 10:30 WIBMengenal Sejarah Imlek dari Masa Soekarno hingga Gus Dur dan Megawati

















