NUSANTARA
TNI: Separatis Papua Tebar Hoaks karena Kehabisan Makan
AKTUALITAS.ID – Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, menyebutkan, tak ada kontak tembak yang terjadi di Kabupaten Nduga, Papua, beberapa hari lalu. Kejadian yang sebenarnya, kata dia, kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya melakukan pembakaran satu unit alat berat dan melepaskan tembakan dua kali. KKSB, kata dia, menebar hoaks karena mulai kehabisan bahan […]
AKTUALITAS.ID – Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, menyebutkan, tak ada kontak tembak yang terjadi di Kabupaten Nduga, Papua, beberapa hari lalu. Kejadian yang sebenarnya, kata dia, kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya melakukan pembakaran satu unit alat berat dan melepaskan tembakan dua kali.
KKSB, kata dia, menebar hoaks karena mulai kehabisan bahan makanan. “Menanggapi isu hoaks tersebut pihak TNI-Polri telah melaksanakan pengecekan langsung di lapangan dan menyatakan, info tentang kontak tembak tersebut adalah hoaks dan tidak mendasar,” ujar Aidi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/3/2019).
Menurutnya insiden pembakaran terjadi sekitar pukul 14.40 WIT pada Selasa (26/02), di Kampung Yal Distrik Yal, Nduga, Papua. Pembakaran dilakukan KKSB pimpinan Egianus Kogoya. Sebelum melakukan pembakaran eskavator rusak, mereka melepaskan tembakan sebanyak dua kali.
“Dalam aksi tersebut sama sekali tidak terjadi kontak tembak apalagi sampai jatuh korban,” ungkap Aidi.
Menurut Aidi, isu tersebut sengaja digulirkan oleh KKSB untuk menciptakan teror kepada masyarakat. Karena berdasarkan hasil identifikasi aparat keamanan, gerombolan separatis pimpinan Egianus Kogoya di Nduga sudah terjepit dan kekurangan bahan makanan.
“Karena hampir seluruh kampung sudah dikuasai oleh aparat keamanan. KSSB selalu menggunakan rakyat sebagai tameng dengan cara mengintimidasi rakyat dan memaksa untuk mengungsi,” jelasnya.
Sebelumnya, Pihak yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau dikenal juga dengan TPN/OPM mengklaim adanya kontak tembak yang terjadi di Mapenduma, Nduga, Papua, sejak Sabtu (23/2) hingga Minggu (24/2).
“Perang anara TPNPB dengan militer Indonesia sedang berlansung di Distrik Mapenduma, Nduga Papua, sejak 23 Februari 2019 hingga 25 Februari 2019,” ujar Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom,
Menurut Sebby, kontak senjata antara TPNPB dan TNI terjadi sejak pagi hingga sore selama dua hari di Distrik Mapenduma. Pada Sabtu, kata dia, TPNPB sempat mebembak helikopter milik TNI dan mengenai badan helikopter.
“Kontak senjata berlanjut hingga pagi 24 Februari 2019 dan berlanjut terus sampai pukul dua siang,” ungkap Sebby.
Menurutnya, laporan tersebut dilaporkan langsung oleh pimpinan kelompok yang ada di Nduga, yakni Egianus Kogoya. Dari laporan tersebut disebutkan, pasukannya aman, namun pihak TNI terkena tembak satu orang. [Republika]
-
FOTO15/03/2026 02:42 WIBFOTO: Nurani Astra Serahkan 20 Unit Ambulans untuk Penanganan Bencana Aceh dan Sumatra
-
NASIONAL14/03/2026 14:00 WIBMenag: Umat Islam Dua Kali Rugi Jika Boikot Produk Pro-Israel
-
DUNIA14/03/2026 15:00 WIBIran: Perang Tak Bisa Dimenangkan dengan Cuitan
-
NASIONAL14/03/2026 21:00 WIBBahlil: Impor LPG Indonesia Dialihkan dari Timur Tengah, Pasokan Energi Dipastikan Aman
-
JABODETABEK14/03/2026 17:00 WIB10 Rumah dan Dua Lapak Hangus Dilalap Api di Pesanggrahan
-
NUSANTARA14/03/2026 14:30 WIBKebakaran Lahan Gambut di Kampar Masih Sulit Dikendalikan
-
PAPUA TENGAH14/03/2026 14:42 WIBRazia Kapal KM Sirimau di Pelabuhan Pomako, Polisi Sita 280 Liter Miras Sopi
-
OLAHRAGA14/03/2026 16:00 WIBGinting, Alwi, Putri KW dan Amri/Nita Berhasil Melaju ke Semifinal Swiss Open

















