Berita
Siti Zuhro: Amendemen UUD 1945, Kepentingan Jangka Panjang atau 2024?
jika usulan amendemen hanya atas dasar kepentingan parpol semata,
AKTUALITAS.ID – Rencana amendemen Undang Undang Dasar 1945 belakangan kembali menguat. Hal ini menjadi sorotan berbagai pihak.
Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, mengatakan, usulan amendemen itu harus dilihat secara menyeluruh. Selain itu, harus mengedepankan urgensi atas amendemen tersebut.
“Usulan amandemen UUD 1945 itu apakah itu untuk kebutuhan jangka panjang kita bernegara, atau untuk jangka pendek 2024?” kata Siti di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (16/10).
Siti menegaskan, jika usulan amendemen hanya atas dasar kepentingan parpol semata, maka tidak akan menjadi perubahan masif bagi arah demokrasi Indonesia.
“Artinya, hanya mengganti atau melakukan review terhadap GBHN plus MPR sebagai lembaga tertinggi negara. Kalau itu halnya, maka pilpres menjadi tidak ada lagi,” katanya.
Siti juga mengingatkan, jika usulan itu hanya dijadikan untuk mempertegas masa jabatan presiden, maka harus ada konsensus mencari jalan keluar dari agenda besar yang sedang direncanakan partai-partai politik di Indonesia.
“Itu mengapa saya sangat concern melalui ini untuk memikirkan mau dibawa ke mana negara kita. Jadi ada opsi-opsi yang masuk akal di situ. Mekanisme check and balances sistem presidensial, tidak seperti sekarang ini dilabrak semua sistemnya. Karena itu kita menginginkan ada komitmen-komitmen terhadap konsistensi sesuai dengan konstitusi,” ujar dia.
-
POLITIK27/04/2026 06:00 WIBNasDem: Threshold Nasional Bisa Hapus Kursi di Daerah
-
DUNIA27/04/2026 15:00 WIBIbu Hamil Kembar & Anak-Anaknya Tewas Dibom Israel
-
POLITIK27/04/2026 13:00 WIBAria Bima: RUU Pemilu Ditunda Demi Hindari Judicial Review
-
PAPUA TENGAH27/04/2026 16:30 WIBQuattrick Kompol Onisimus Benamkan Persemi All Star di Gold Store Arena
-
OASE27/04/2026 05:00 WIBIni Alasan Nabi Tolak Tawaran ‘Tukar Sembah’ Kaum Quraisy
-
JABODETABEK27/04/2026 14:30 WIBPolisi Pastikan 2 Pelaku Penganiayaan TNI Ditangkap
-
POLITIK27/04/2026 11:00 WIBAnas: Batas 2 Periode Ketum Parpol Bisa Cegah Feodalisme
-
DUNIA27/04/2026 12:00 WIBIran Lanjutkan Misi Damai Meski AS Tarik Diri