Berita
50 Militan Isis Asal Indonesia Kabur dari Penjara Suriah
Dari 12 ribu militan ISIS yang ditahan di penjara Suriah, sekitar 2.000 di antaranya adalah warga asing, termasuk dari Indonesia dan Malaysia.
AKTUALITAS.ID – Ribuan kilometer dari Tanah Air, ratusan militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang direkrut dari Indonesia dan Malaysia mendekam di penjara Suriah sejak kekhalifahan ISIS dinyatakan tumbang awal tahun ini.
Sekitar 50 militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) asal Indonesia dan keluarganya yang ditahan di sebelah utara Suriah diyakini kabur ketika Turki melancarkan invasi ke wilayah itu untuk mengusir milisi Kurdi pekan lalu.
Turki mulai menggelar operasi militer di utara Suriah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menarik mundur pasukan AS di kawasan itu.
Dari 12 ribu militan ISIS yang ditahan di penjara Suriah, sekitar 2.000 di antaranya adalah warga asing, termasuk dari Indonesia dan Malaysia.
“Menurut intelijen kami, sekitar 50 militan asal Indonesia dan keluarganya yang ditahan di Suriah melarikan diri. Itu kabar terakhir yang kami terima,” kata sumber pejabat kontraterorisme yang menolak diketahui identitasnya kepada South China Morning Post.
Menurut sumber itu, ada 34 jihadis asal Indonesia dan sekitar 700 keluarga ISIS di Suriah.
“Kami sudah memperketat pengawasan di bandara, pelabuhan, dan perbatasan di daratan,” kata dia
-
FOTO24/08/2026 11:15 WIBFOTO: Momen Budi Arie Potong Tumpeng Rayakan HUT ke-12 Projo
-
NASIONAL23/08/2026 21:30 WIBProjo HUT ke-12, Budi Arie Soroti Korupsi di Sekitar Kekuasaan
-
NASIONAL24/08/2026 07:00 WIBPrabowo Siap Terbang ke NTT Usai Tinjau Karhutla Kalimantan
-
JABODETABEK24/08/2026 06:30 WIBSenin Ini SIM Keliling Hadir di 5 Wilayah Jakarta
-
NUSANTARA23/08/2026 20:00 WIBDalam Hitungan Menit, Api Melahap Desa Adat Sade
-
JABODETABEK23/08/2026 19:00 WIBPolda Metro Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 M di Tangsel
-
NASIONAL24/08/2026 09:00 WIBIsu Haji Isam Koordinator Karhutla Dibantah Tegas Istana
-
DUNIA23/08/2026 21:00 WIBTurki Terbitkan Perintah Tangkap Netanyahu