Berita
Jokowi: Bukan Saya Menawarkan Pemekaran Papua
“Saya pada posisi mendengar loh.
AKTUALITAS.ID – Rencana pemekaran Papua menuai polemik. Majelis Rakyat Papua (MRP) menolak pembentukan dua provinsi baru di Bumi Cenderawasih itu.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan, usulan pemekaran datang dari tokoh Papua. Usulan disampaikan saat Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Papua beberapa waktu lalu.
“Saya pada posisi mendengar loh. Bukan saya menawarkan atau saya memerintahkan,” tegas Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (1/11).
Kepada tokoh Papua, Jokowi sudah menyampaikan, pemerintah telah berkomitmen untuk melakukan moratorium pemekaran. Namun, mereka tetap mendesak dengan alasan pegunungan tengah Papua membutuhkan pemekaran.
“Tokoh-tokoh menyampaikan bahwa di pegunungan tengah memerlukan pemekaran provinsi baru. Jawaban saya saat itu adalah akan saya tindaklanjuti dengan kajian-kajian, dengan kalkulasi yang matang,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut rencana pemekaran Papua berdasarkan analisis intelijen. Tito mengaku telah mengantongi data-data dari intelijen.
“Ini kan situasional. Kita kan dasarnya data intelijen. Kemudian data-data lapangan kita ada,” kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10).
Mantan Kapolri ini mengklaim, pemekaran Papua untuk mempercepat pembangunan di kawasan tersebut. Dia juga beralasan ada kepentingan keamanan dan persatuan bangsa di balik rencana pemekaran Papua.
“Kita bicara masalah kesatuan dan persatuan bangsa,” ujarnya.
Sejauh ini, ada dua usulan yang masuk soal pemekaran Papua, yakni Papua Selatan dan Papua pegunungan. Namun, dari dua kawasan tersebut hanya Papua Selatan yang sudah siap.
-
EKBIS18/08/2026 10:30 WIBRupiah Melemah ke Rp17.840 per Dolar AS
-
EKBIS18/08/2026 09:30 WIBUsai Libur HUT ke-81 RI, IHSG Tancap Gas Tembus Level 6.466
-
POLITIK18/08/2026 11:00 WIBGeger Pengupas Bawang, Iwan Sumule: Ada yang Sengaja Menjerumuskan Presiden
-
RAGAM18/08/2026 11:15 WIBPolda Riau Bongkar Mata Rantai Emas PETI, Dua Orang Tersangka dan Rp972 Juta Disita
-
EKBIS18/08/2026 11:30 WIBEmas Antam Melejit ke Rp2,695 Juta/Gram
-
DUNIA18/08/2026 12:00 WIBHouthi Tembakkan Rudal Hipersonik ke Laut Merah
-
NASIONAL18/08/2026 14:00 WIBKomisi III Targetkan RUU Rampung Sebelum Desember
-
RAGAM18/08/2026 14:30 WIB18 Agustus Jadi Saksi Penentuan Nasib NKRI