Berita
Dihajar Corona, Pendapatan Pertamina Anjlok 40%
AKTUALITAS.ID – PT Pertamina (Persero) mencatatkan adanya penurunan pendapatan antara 38 – 40% akibat diimpit pandemi virus Corona (COVID-19). Menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, virus COVID-19 telah menekan permintaan akan bahan bakar minyak (BBM) sehingga kemudian berimbas pula kepada pendapatan perusahaan tersebut. “Penurunan pendapatan kita 38-40% sebab demand-nya turun luar biasa,” ujar Nicke dalam […]
AKTUALITAS.ID – PT Pertamina (Persero) mencatatkan adanya penurunan pendapatan antara 38 – 40% akibat diimpit pandemi virus Corona (COVID-19). Menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, virus COVID-19 telah menekan permintaan akan bahan bakar minyak (BBM) sehingga kemudian berimbas pula kepada pendapatan perusahaan tersebut.
“Penurunan pendapatan kita 38-40% sebab demand-nya turun luar biasa,” ujar Nicke dalam telekonferensi bertajuk Update Kinerja Pertamina, Kamis (30/4/2020).
Di sisi lain, arus kas (cash flow) dari Pertamina juga terganggu. Kondisi saat ini, menurut Nicke sangat tidak normal di mana harga BBM impor jauh lebih murah daripada stok BBM dari dalam negeri. Stok BBM di dalam negeri kini sudah sangat membludak, sampai-sampai ada beberapa daerah yang sudah stok produksi BBM selama lebih kurang dua bulan belakangan ini.
“Kilang kita ada beberapa yang harus dikurangi, produksi di Balikpapan, April ini sudah stop. Dua bulan stop ini digunakan untuk pemeliharaan,” terangnya.
Penurunan konsumsi tidak hanya terjadi pada BBM, namun juga pada minyak avtur. Kondisi tersebut memperparah kondisi kilang saat ini.
“Stok juga banyak sekali di kilang kita. Kalau hanya pikir profit, kita matikan semua sumur, kita impor. Apa yang terjadi kalau kita lakukan, ekosistem yang support bisnis kita akan mati,” tuturnya.
Kondisi inilah yang membuat Pertamina tidak bisa serta merta menurunkan harga BBM. Hal ini dikarenakan segala keputusan yang dipertimbangkan memiliki risikonya tersendiri yang bukan mudah untuk diatasi. Seperti memilih opsi menutup kilang minyak dan melakukan impor minyak saja dampaknya akan membuat KKKS mati.
“Ini kondisi anomali padahal hampir 70% produksi yang dijual itu adalah dari kilang kita. Ini ada biaya produksinya, makanya kalau mau mudahnya saja, ya sudah matikan semua kilang beli saja BBM yang murah lalu distribusikan, tapi ya mati semua kan, terus yang produk domestik tidak kita beli karena mahal, terus gimana? Produksinya mau dibuang kemana, entar kejadian seperti di AS,” pungkasnya.
-
RIAU30/06/2026 20:45 WIBMTQ Riau 2026, Kafilah Bengkalis Raih Dua Gelar Juara Sekaligus
-
FOTO30/06/2026 19:30 WIBFOTO: Dukungan Terdakwa Nadiem Makarim dari Driver Gojek
-
POLITIK30/06/2026 16:00 WIBPengamat: Rivalitas Jokowi dan PDIP Kian Terbuka Jelang 2029
-
FOTO30/06/2026 20:20 WIBFOTO: Ketum PP Diperiksa KPK Terkait TPPU Pertambangan
-
POLITIK30/06/2026 17:15 WIBSafari Politik Jokowi Dinilai Langkah Taktis untuk Besarkan PSI
-
FOTO30/06/2026 21:23 WIBFOTO: KPK Periksa Mantan Menpora Ario Bimo
-
EKBIS30/06/2026 17:40 WIBLaba Naik 41 Persen, Dwi Shri Farmindo Tbk Tahan Dividen Demi Ekspansi Bisnis
-
JABODETABEK30/06/2026 18:30 WIBGubernur Pramono Anung akan Bangun JPO di Rasuna Said dengan Konsep Gembok Cinta