Connect with us

EKBIS

Laba Naik 41 Persen, Dwi Shri Farmindo Tbk Tahan Dividen Demi Ekspansi Bisnis

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID PT Dwi Shri Farmindo Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp6,95 miliar sepanjang 2025, meningkat 41,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,93 miliar. Kinerja positif itu disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025 di Jakarta, Jumat (26/6/2026), yang seluruh agendanya disetujui pemegang saham.

Peningkatan laba tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan dan efisiensi operasional di berbagai lini usaha perseroan. Manajemen menyebut perbaikan fundamental juga tercermin dari arus kas operasional yang berbalik positif setelah sebelumnya berada di zona negatif.

Direktur Utama PT Dwi Shri Farmindo Tbk, Aditya Fajar Yunus, mengatakan perusahaan mencatat perbaikan signifikan pada arus kas operasional. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator utama penguatan kinerja bisnis sepanjang tahun berjalan.

“Arus kas operasional berbalik positif menjadi Rp9,13 miliar dari sebelumnya minus Rp8,60 miliar,” kata Aditya dalam keterangannya kepada Aktualitas.id, Selasa (30/6/2026)

Ia menambahkan peningkatan tersebut menunjukkan efektivitas strategi efisiensi yang dijalankan perusahaan di tengah dinamika industri. Selain itu, perseroan juga mencatat perbaikan pada sejumlah indikator keuangan lainnya.

Dari sisi kesehatan keuangan, rasio lancar perusahaan meningkat menjadi 13,24 kali, sementara rasio utang terhadap ekuitas atau DER turun menjadi 0,20 kali. Perusahaan juga mencatat peningkatan pada indikator profitabilitas seperti return on assets dan return on equity dibandingkan tahun sebelumnya.

Aditya menyebut penguatan struktur keuangan menjadi salah satu fokus utama perseroan untuk mendukung ekspansi usaha ke depan. Ia menegaskan perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebagai laba ditahan. Dari total laba sebesar Rp6,904 miliar, perusahaan menetapkan Rp200 juta sebagai dana cadangan, sementara sisanya sebesar Rp6,704 miliar tidak dibagikan sebagai dividen.

“Seluruh laba kami tahan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung ekspansi usaha,” kata Aditya.

Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas keuangan perusahaan dalam jangka panjang. Perseroan menilai kebutuhan ekspansi dan pengembangan usaha baru menjadi prioritas utama dalam fase pertumbuhan berikutnya.

Memasuki 2026, PT Dwi Shri Farmindo Tbk menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10 persen. Perusahaan juga menyiapkan pengembangan lini usaha baru untuk memperluas sumber pendapatan dan meningkatkan nilai perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.

TRENDING

Exit mobile version