Berita
PSBB Dilonggarkan, KNPI Sebut Pemerintah Sama Saja Melepas Virus
AKTUALITAS.ID – Kebijakan pemerintah yang mengizinkan operasional transportasi umum darat, laut, dan udara di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dikritik. Pemerintah seharusnya hati-hati dan jangan terburu-buru. Kebijakan tersebut disesalkan karena dikhawatirkan justru membuat penyebaran virus makin masif. Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama mengkritisi kebijakan ini seperti melepas potensi virus Corona Covid-19. “Sama […]
AKTUALITAS.ID – Kebijakan pemerintah yang mengizinkan operasional transportasi umum darat, laut, dan udara di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dikritik. Pemerintah seharusnya hati-hati dan jangan terburu-buru.
Kebijakan tersebut disesalkan karena dikhawatirkan justru membuat penyebaran virus makin masif. Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama mengkritisi kebijakan ini seperti melepas potensi virus Corona Covid-19.
“Sama saja melepas virus bebas memilih korbannya,” kata Haris, Kamis, (14/5/2020).
Dia mencontohkan longgarnya sektor transportasi udara terhadap calon penumpang yang menggunakan layanan penerbangan. Ia meminta pemerintah terutama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Angkasa Pura bisa berkoordinasi dan mengawasi hal ini lebih ketat.
Menurutnya, kebijakan melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 dan Surat Edaran 32 tahun 2020 dari Dirjen Perhubungan Udara terkait perjalanan keluar daerah pakai transportasi udara perlu dipantau. Meski disertai syarat tertulis bagi calon penumpang tetap belum optimal.
Pun, ia menyoroti realita di lapangan karena masih ada proses antrean yang tak menerapkan protokol physical distancing atau menjaga jarak fisik. Padahal, ini yang selalu disosialisasikan pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona.
“Saya dapat kiriman foto kondisi mengerikan di Bandara. Orang berdekatan, tak ada aturan jaga jarak sesama penumpang. Ini bahaya, bisa menyebarluaskan jika ada yang terinfeksi Covid-19,” jelasnya.
-
NASIONAL24/04/2026 09:30 WIB263 Narapidana Berisiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
-
EKBIS24/04/2026 10:00 WIBBaru Terjadi Sepanjang Sejarah, Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton
-
NUSANTARA24/04/2026 10:30 WIBDiduga Hanyut Hingga ke Sungai, Seorang Bocah Hilang di Lombok Tengah
-
RAGAM24/04/2026 11:00 WIBHati-hati! Obat Kumur Bisa Menyebabkan Hipertensi
-
OLAHRAGA24/04/2026 11:30 WIBJanice Tjen/Aldila Sutjiadi Melaju ke 16 Besar Madrid Open 2026
-
PAPUA TENGAH24/04/2026 12:00 WIBDansatgas Tinjau Progres Pembangunan TMMD di Kampung Keakwa
-
DUNIA24/04/2026 08:00 WIBOperasi Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz, Italia Siap Ikut Ambil Bagian
-
POLITIK24/04/2026 16:00 WIBNasDem: Capres Harus Kader Parpol Agar Termotivasi