Berita
Maju Jadi PM, Presiden Israel Berencana Mundur
Presiden Israel, Reuven Rivlin, dilaporkan hendak mengundurkan diri dan ingin bersaing memperebutkan kursi perdana menteri dengan petahana Benjamin Netanyahu. Seperti dilansir Middle East Monitor yang mengutip surat kabar Maariv, Senin (10/8), sumber menyatakan Rivlin memang berniat mundur dan maju sebagai kandidat perdana menteri. Dia dilaporkan akan menjadi kandidat terkuat dari Partai Likud, yang saat ini […]
Presiden Israel, Reuven Rivlin, dilaporkan hendak mengundurkan diri dan ingin bersaing memperebutkan kursi perdana menteri dengan petahana Benjamin Netanyahu.
Seperti dilansir Middle East Monitor yang mengutip surat kabar Maariv, Senin (10/8), sumber menyatakan Rivlin memang berniat mundur dan maju sebagai kandidat perdana menteri.
Dia dilaporkan akan menjadi kandidat terkuat dari Partai Likud, yang saat ini mendukung Netanyahu.
Rivlin dilaporkan menjadi politikus Israel yang diterima oleh faksi politik sayap kanan dan kiri.
Menurut Maariv, mereka mengkonfirmasi langsung rencana itu kepada Rivlin. Namun, dia menyatakan akan tetap menjalankan tugas sampai masa jabatannya berakhir.
Meski begitu, mereka menyatakan Rivlin tidak bakal menyelesaikan masa jabatannya.
Sumber itu mengatakan, Rivlin belum bersedia menugaskan Netanyahu untuk membentuk pemerintahan, dan tidak akan mendukung karena Netanyahu dibelit kasus korupsi.
Jika kondisi itu terjadi, Rivlin dipastikan akan mundur dan bersaing memperebutkan kursi perdana menteri. Jika hal itu terjadi, maka yang akan menjadi lawannya adalah Menteri Pertahanan Benny Gantz.
Gantz dan Netanyahu sudah meneken kesepakatan bahwa mereka akan berbagi masa jabatan perdana menteri. Hal itu diduga taktik Netanyahu untuk tetap berada di lingkar kekuasaan dan menghambat proses hukum yang saat ini sedang dijalani.
Dakwaan Netanyahu sudah dibacakan di depan pengadilan. Namun, Netanyahu menyatakan tidak bersalah dan membantah seluruh dakwaan korupsi itu.
Netanyahu dituduh telah berusaha secara ilegal memberi bantuan dengan imbalan liputan media yang positif untuk dirinya sendiri di surat kabar terlaris Israel, Yediot Aharonot.
Ia juga dituduh menerima cerutu, sampanye, dan perhiasan senilai 700 ribu shekel atau senilai hampir Rp3 miliar dari sejumlah orang sebagai imbalan atas bantuan.
Dari sekian tuduhan yang dialamatkan ke Netanyahu, yang dinilai paling serius adalah dugaan terkait tawaran ke konglomerat media, Shaul Elovitch, mengenai bantuan untuk mengubah peraturan.
Perubahan ini bernilai jutaan dolar pada raksasa telekomunikasi Bezeq sebagai imbalan atas laporan yang menguntungkan di situs berita Walla!.
Menurut Amir Fuchs, peneliti di Israel Democracy Institute, tuduhan ini menjadi yang paling kompleks. Ini berbeda dengan kasus suap di mana uang berpindah tangan.
Netanyahu, lanjut dia, hanya mendapat liputan media. Sedangkan pada kasus Bezeq, Netanyahu dituduh melakukan jauh lebih banyak dari hanya mencari artikel manis.
-
JABODETABEK26/04/2026 20:00 WIBGerakan Pangan Murah, Perkuat Daya Beli Masyarakat
-
DUNIA26/04/2026 18:00 WIBPelaku Penembakan Mengaku Incar Pejabat AS di Acara Trump
-
OASE27/04/2026 05:00 WIBIni Alasan Nabi Tolak Tawaran ‘Tukar Sembah’ Kaum Quraisy
-
RAGAM27/04/2026 00:01 WIBOTW Pestapora 2026 Buka Selebrasi, Tukar Setlist Lintas Generasi Siap Guncang Jakarta
-
DUNIA27/04/2026 15:00 WIBIbu Hamil Kembar & Anak-Anaknya Tewas Dibom Israel
-
OLAHRAGA26/04/2026 19:00 WIBPiala Uber 2026, Tiwi/Fadia Perlebar Keunggulan Indonesia atas Kanada 3-1
-
EKBIS26/04/2026 22:00 WIBTol Cipularang dan Padaleunyi Kembali di Lakukan Pemeliharaan
-
RAGAM27/04/2026 06:00 WIBNasDem: Threshold Nasional Bisa Hapus Kursi di Daerah

















