Berita
Gubernur Herman Deru: Aspal Karet Peluang Agar Karet Tidak Bergantung Pada Segmen Harga Internasional
AKTUALITAS.ID – Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin dalam Konferensi Pers usai melakukan Uji Gelar Aspal Karet di Desa Muara Teladan Kecamatan Sekayu Kabupaten MUBA sekaligus meresmikan Unit Pengolahan Aspal Karet, Senin (26/10/2020). “Sebenarnya ini bukan uji gelar lagi tetapi ini sudah diterapkan. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu […]
AKTUALITAS.ID – Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin dalam Konferensi Pers usai melakukan Uji Gelar Aspal Karet di Desa Muara Teladan Kecamatan Sekayu Kabupaten MUBA sekaligus meresmikan Unit Pengolahan Aspal Karet, Senin (26/10/2020).
“Sebenarnya ini bukan uji gelar lagi tetapi ini sudah diterapkan. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu alternatif peluang agar karet tidak hanya jadi komoditas tertentu. Tapi sekarang kita berharap agar karet tidak bergantung dalam segmen harga internasional,” ujarnya
HD mengatakan, agar dalam penerapannya inovasi ini masyarakat juga perlu diedukasi tentang teknologi ini dan juga pola sadap yang perlu diterapkan untuk menggunakan teknologi ini.
“Maka kita juga akan memasukan ini ke dalam e-katalog dengan harga yang fix, sehingga petani benar-benar dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Selain itu, Ia juga meminta agar setiap pihak yang teliibat, juga masyarakat turut menjaga kualitas yang ada, mulai dari tahapan persiapan, penerapan hingga pasca penerapannya, yang semuanya perlu dilakukan dengan baik dan benar.
“Semua inovasi ini, perlu kita jaga sama-sana saat pra, saat penerapan dan pasca penerapan karena esensinya ini untuk kepentingan masyarakat banyak,” katanya, dalam siaran persnya yang diterima aktualitas.id, Senin (3/11/2020).
Untuk mendukung hal tersebut, HD juga akan mengeluarkan surat edaran untuk Kab/Kota agar menggunakan aspal karet ini, dengan mengambil bahannya ke Kab. MUBA sehingga penyerapannya dapat dioptimalkan.
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, mengungkapkan yang menjadi fokus dalam pengembangan teknologi ini adalah untuk menambah nilai ekonomi yang diterima petani. Berdasarkan hasil pasar dan studi keekonomian, pendapatan petani diproyeksi dapat meningkat 50 persen. Jika sudah diolah lateks melalui alat sentrifugal yang diberikan secara gratis.
“Yang paling penting yaitu ada sinergi dan kebersamaan antar Kementerian PUPR, Pemprov. Sumsel dan juga Pemkab, sehingga ini bermanfaat langsung bagi petani karet,” katanya.
Hal ini memiliki banyak manfaat, dan pertama kali diterapkan di Indonesia yaitu di Sumsel, khususnya Kabupaten MUBA. Manfaat yang dapat diambil yaitu kesejahteraan petani dapat meningkat serta memiliki daya tahan yang lebih bagus.
Turut hadir FKPD Kab. Musi Banyuasin, Para Kepala OPD Prov Sumsel dan TGUPP Prov Sumsel.
-
FOTO29/04/2026 17:55 WIBFOTO: Eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Bank BJB
-
PAPUA TENGAH29/04/2026 19:30 WIBKepala Suku Amungme Temui Wapres Gibran: Tuntut Keadilan Ekonomi dan Peran di Sektor Tambang
-
RAGAM29/04/2026 18:00 WIBAwas! Bisa Ganggu Kesehatan Telinga Jika Berbagi Earphone
-
RAGAM29/04/2026 14:30 WIBDua Warga Sipil Jadi Korban Sadis KKB Yahukimo
-
NASIONAL30/04/2026 06:00 WIBKemlu: Tak Ada Korban Jiwa Kecelakaan Bus Haji
-
DUNIA29/04/2026 15:00 WIBTaktik Drone Hizbullah Bikin Militer Israel Frustrasi dan Mundur Teratur
-
RAGAM29/04/2026 15:30 WIBBukan Meteor! ‘Kiamat’ Bumi Ternyata Berawal dari Daun yang Berhenti Bernapas
-
EKBIS29/04/2026 20:00 WIBBapanas: 371 Ribu Ton Beras SPHP Tersalurkan Sejak Awal 2026