Berita
18 Pekerja Tambang China Tewas Akibat Kebocoran Gas di Bawah Tanah
Sedikitnya 18 pekerja tambang di China tewas setelah terjadi kebocoran karbon monoksida di sebuah lokasi tambang batu bara setempat. Upaya penyelamatan masih berlangsung untuk menjangkau lima pekerja tambang lainnya yang masih terjebak di bawah tanah. Seperti dilansir AFP, Sabtu (5/12/2020), media nasional China, CCTV, melaporkan bahwa insiden ini terjadi di area tambang Diaoshudong di kota […]
Sedikitnya 18 pekerja tambang di China tewas setelah terjadi kebocoran karbon monoksida di sebuah lokasi tambang batu bara setempat. Upaya penyelamatan masih berlangsung untuk menjangkau lima pekerja tambang lainnya yang masih terjebak di bawah tanah.
Seperti dilansir AFP, Sabtu (5/12/2020), media nasional China, CCTV, melaporkan bahwa insiden ini terjadi di area tambang Diaoshudong di kota Chongqin, China bagian barat daya, pada Jumat (4/12) waktu setempat. CCTV menyebut ada 24 pekerja tambang yang terjebak usai terjadi kebocoran gas di bawah tanah.
Hingga Sabtu (5/12) pagi waktu setempat, baru satu korban selamat yang berhasil ditemukan dievakuasi keluar. Sebanyak 18 pekerja tambang lainnya ditemukan dalam kondisi telah tak bernyawa.
Laporan CCTV yang mengutip markas komando penyelamatan darurat setempat menyebut bahwa insiden ini terjadi saat para pekerja sedang membongkar peralatan tambang bawah tanah. Diketahui bahwa area tambang itu telah ditutup selama dua bulan sebelumnya.
Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa penyidik setempat tengah mencari tahu penyebab kebocoran karbon monoksida tersebut.
Insiden di area tambang cukup sering terjadi di wilayah China, di mana industri tambangnya memiliki catatan keselamatan yang buruk dan penegakan aturan sangat lemah. Tahun 2013 lalu, sedikitnya tiga orang tewas dalam insiden tambang serupa.
Pada September lalu, sedikitnya 16 pekerja tewas dalam insiden tambang lainnya di pinggiran Chongqing. Dalam insiden ini, sabuk conveyor di bawah tanah terbakar dan kobaran apinya memicu karbon monoksida hingga level berbahaya.
-
PAPUA TENGAH14/02/2026 16:50 WIB5 Pelajar Pelaku Perampokan Kios di Mimika Ditangkap Tim BABAT
-
PAPUA TENGAH14/02/2026 19:15 WIBPerpanjangan Masa Jabatan, 133 Kepala Kampung di Mimika Bakal Dievaluasi
-
RAGAM14/02/2026 14:30 WIBJangan Buru-buru Cairkan! Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Ternyata Berbunga Majemuk
-
POLITIK14/02/2026 14:00 WIBGolkar Tegaskan Tak Ada Perbedaan Tajam Bahlil dan Purbaya soal Lifting Migas
-
NASIONAL14/02/2026 13:00 WIBMensos Desak Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal Penonaktifan PBI BPJS
-
DUNIA14/02/2026 15:00 WIBAS-Iran Nego Nuklir, Penasihat Khamenei: Kapabilitas Rudal Kami Harga Mati
-
NUSANTARA14/02/2026 13:30 WIBPenerbangan Super Air Jet Tertunda 5 Jam, Penumpang Ngamuk di Bandara
-
DUNIA14/02/2026 19:30 WIBJika Dialog Dengan Iran Gagal, Trump Ancam Pakai Kekuatan Besar

















