NUSANTARA
Ambulans Hampir Dibakar, Warga Dekai Bertahan Selamatkan Satu-Satunya Akses Berobat
AKTUALITAS.ID – Dua unit ambulans milik Puskesmas Aplim di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, nyaris dibakar oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada Jumat (13/2/2026) malam sekitar pukul 21.05 WIT. Aksi tersebut berhasil digagalkan setelah warga setempat melakukan negosiasi dengan pelaku sehingga fasilitas kesehatan itu terhindar dari kerusakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua pelaku datang ke area perumahan puskesmas sambil mengancam akan membakar bangunan serta dua ambulans yang terparkir. Mereka membawa bahan bakar jenis solar dalam botol air mineral berukuran 1.600 mililiter dan sempat menyiramkannya di sekitar ban belakang kendaraan.
Saksi mata sekaligus Kepala Desa Kurima, Luter Matuan (40), mengatakan pelaku telah menyiramkan solar di dua ambulans masing-masing jenis Triton warna putih dan Arena APV putih sebelum akhirnya dicegah warga.
“Kalau puskesmas dibakar, kami tidak punya tempat lagi untuk berobat,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Mendengar ancaman tersebut, warga segera berkumpul untuk meredam situasi dan bernegosiasi agar pembakaran tidak terjadi. Dalam upaya menenangkan pelaku, saksi mengaku sempat memberikan uang sebesar Rp500.000 di jalan masuk puskesmas. Setelah menerima uang itu, kedua pelaku membatalkan aksinya dan melarikan diri ke arah Jalan Seradala.
Keesokan harinya, Sabtu sekitar pukul 09.25 WIT, personel Satreskrim Polres Yahukimo yang dibackup Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026 langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan saksi.
Di lokasi, petugas menemukan satu botol air mineral berisi sisa solar dan beberapa helai rumput kering yang diduga telah disiram bahan bakar. Meski tidak ditemukan jejak kaki, titik-titik siraman solar di sekitar kendaraan memperkuat dugaan percobaan pembakaran. Usai olah TKP, kedua ambulans kemudian dikawal menuju RSUD Dekai guna memastikan keamanan fasilitas layanan kesehatan tetap terjaga.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, menegaskan bahwa respons cepat aparat menjadi kunci mencegah eskalasi gangguan keamanan.
“Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak. Ambulans kami amankan, barang bukti disita, dan saksi diperiksa. Langkah cepat ini penting agar pelayanan kesehatan tidak terganggu dan masyarakat tidak diliputi ketakutan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan aparat tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman terhadap fasilitas publik.
“Fasilitas kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman terhadap layanan publik, apalagi yang menyangkut keselamatan warga. Penanganan dilakukan secara tegas dan terukur sesuai hukum,” tegasnya.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku. Polisi juga telah mengarahkan saksi membuat laporan resmi guna melengkapi proses penyidikan.
Aparat memastikan kehadiran mereka tidak hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga memberikan rasa aman agar masyarakat tetap dapat beraktivitas normal dan pelayanan kesehatan di Dekai tidak terganggu. (Ahmad)
-
NUSANTARA16/05/2026 21:21 WIBLiput Kasus Kondensat, Wartawan di Medan Mengaku Diculik dan Dipaksa Klarifikasi
-
NUSANTARA16/05/2026 10:30 WIBTragis! Pendaki Rinjani Meninggal di Jalur Sembalun
-
NASIONAL16/05/2026 14:00 WIBPKB: Relasi Kuasa Jadi Biang Kekerasan Seksual di Pesantren
-
NASIONAL16/05/2026 13:00 WIBPrabowo Perintahkan Kapolda Metro Jadi Bintang Tiga
-
EKBIS16/05/2026 13:30 WIBPenumpang Terancam Beban Baru di Tiket Pesawat
-
NASIONAL16/05/2026 10:00 WIBPakar: IKN Belum Sah Operasional Tanpa Keppres Presiden
-
JABODETABEK16/05/2026 09:30 WIBPemuda 29 Tahun Tewas Usai Dikeroyok di Grogol
-
NASIONAL16/05/2026 16:30 WIBPresiden Prabowo Awali Panen Raya Jagung Kuartal II

















