Berita
Soal Twitter Abu Janda, Polisi Akan Periksa Tengku Zulkarnain
AKTUALITAS.ID – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bakal memanggil penceramah Tengku Zulkarnain untuk diklarifikasi terkait pengakuan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda dalam kasus kicauan ‘Islam agama Arogan’. Namun demikian, belum diketahui pasti waktu pemeriksaan itu telau dijadwalkan oleh penyidikan kepolisian. “Rencana seperti itu, tapi belum ada info kapan [jadwal]-nya,” kata Kepala Divisi […]
AKTUALITAS.ID – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bakal memanggil penceramah Tengku Zulkarnain untuk diklarifikasi terkait pengakuan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda dalam kasus kicauan ‘Islam agama Arogan’.
Namun demikian, belum diketahui pasti waktu pemeriksaan itu telau dijadwalkan oleh penyidikan kepolisian.
“Rencana seperti itu, tapi belum ada info kapan [jadwal]-nya,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono membenarkan saat dikonfirmasi, Selasa (2/2/2021).
Dalam perkara ini, Abu Janda mengakui bahwa cuitan soal Islam Arogan itu tak ditujukan kepada umat Islam secara luas. Dia memberi konteks cuitan tersebut untuk menanggapi Ustaz Tengku Zul.
Menurutnya, cuitan tersebut ditujukan untuk menjawab pernyataan Tengku Zul yang menyinggung soal arogansi dari pihak mayoritas kepada minoritas, maupun sebaliknya.
“Jadi saya sudah jelaskan ke penyidik bahwa twit saya yang bikin ramai itu adalah twit jawaban saya kepada Ustaz Tengku Zul,” kata Abu Janda usai pemeriksaan, Senin (1/2).
“Ketika saya mengatakan arogan itu, karena saya merespons twit provokatif Teungku Zul yang mengatakan bahwa minoritas di negeri ini arogan ke mayoritas. Di situlah keluar kata arogan itu,” tambah dia lagi.
Laporan polisi terkait kasus itu diregister dengan nomor LP/B/0056/I/2021/Bareskrim tertanggal 29 Januari 2021 terkait cuitannya soal ‘Islam agama arogan’ saat berbicara tentang agama impor yang menginjak-injak kearifan lokal.
“Islam memang agama pendatang dari Arab, agama asli Indonesia itu Sunda Wiwitan, Kaharingan dll. Dan memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. Kalau tidak mau disebut arogan, jangan injak2 kearifan lokal @awemany,” kicaunya lewat akun @permadiaktivis1, Senin (25/1).
Pernyataan itu lantas menuai polemik dan kritik dari masyarakat. Bahkan sejumlah ormas islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah turut mengkritisinya.
-
FOTO06/04/2026 15:53 WIBFOTO: Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI, Pahlawan Perdamaian Dunia Gugur di Misi UNIFIL Lebanon
-
PAPUA TENGAH06/04/2026 11:44 WIBUncen dan Freeport Perkuat Kolaborasi Pendidikan Inklusif di Papua
-
Berita06/04/2026 11:30 WIBHarga Emas Turun Tajam di Awal Pekan
-
RIAU06/04/2026 21:00 WIBPelaku yang Jambret Anak Yatim di Pekanbaru Diringkus Polisi
-
PAPUA TENGAH06/04/2026 16:00 WIBWarga Bergulat Antre LPG Saat Pasokan Tercekat
-
NUSANTARA06/04/2026 13:30 WIBNgeri! Ombak Ganas Seret 3 Remaja di Cianjur
-
NUSANTARA06/04/2026 13:30 WIBAtap 4 Sekolah di OKU Sumsel Terbang Disapu Puting Beliung
-
JABODETABEK06/04/2026 17:00 WIBFokus Ekonomi Kreatif dan Digital, Depok Siap Bangun BLK

















