Berita
Qodari Nilai Demokrat Punya Agenda Jika Pilkada Jakarta Digelar 2022
AKTUALITAS.ID – Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menilai, Partai Demokrat sedang menunjuk diri sendiri ketika melontarkan dugaan Presiden Joko Widodo tengah menyiapkan Gibran Rakabuming di Pilkada DKI Jakarta sehingga ingin Pilkada serentak tetap di 2024. Qodari menilai, Partai Demokrat sendiri memiliki agenda jika Pilkada DKI Jakarta digelar di 2022. Yaitu untuk mendorong Agus Harimurti […]
AKTUALITAS.ID – Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menilai, Partai Demokrat sedang menunjuk diri sendiri ketika melontarkan dugaan Presiden Joko Widodo tengah menyiapkan Gibran Rakabuming di Pilkada DKI Jakarta sehingga ingin Pilkada serentak tetap di 2024.
Qodari menilai, Partai Demokrat sendiri memiliki agenda jika Pilkada DKI Jakarta digelar di 2022. Yaitu untuk mendorong Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur.
“Kalau Demokrat mengatakan bahwa pilkada 2024 untuk mengakomodasi Gibran maka sebetulnya Demokrat itu sedang menunjuk diri sendiri, bahwa kalau dia minta 2022 dia punya agenda memajukan AHY di Pilkada 2022,” ujar Qodari kepada wartawan, Kamis (11/2/2021).
Qodari mengatakan, bukan mustahil Demokrat ingin menjegal Anies di 2022. Makanya partai berlambang mercy itu ngotot mendorong Pilkada normalisasi di 2022 dan 2023. AHY dinilai lebih percaya diri meski pernah kalah pada 2017 dengan segala perjalan politiknya hingga hari ini.
“Partai Demokrat mau Pilkada 2022 untuk mengganjal Anies agar Agus atau AHY bisa mengganjal Anies karena kita tahu Partai Demokrat tahun 2017 mencalonkan Agus sebagai calon gubernur. Sehingga bukan mustahil di 2022 dengan asumsi Agus sudah lebih lama di politik kemudian sudah lebih matang,” jelas Qodari.
Qodari pun mempertanyakan argumentasi yang disampaikan Irwan dari Demokrat terkait sikap Jokowi. Sebabnya terkesan Demokrat menyalahkan agenda orang lain, padahal dirinya punya agenda sendiri.
“Menyalahkan orang punya agenda tapi sendirinya membawa agenda. Makanya saya bilang argumentasinya itu harus konseptual,” ucapnya.
Mengenai Pilkada serentak 2024, Qodari menjelaskan tujuan awal dirancang demikian pada UU No.10 tahun 2016. Partai saat itu menyusun serentak seluruhnya di 2024 agar tidak habis tenaga menggelar Pilkada setiap tahun.
Serta alasan dipilih tahun 2024 bersama Pilpres dan Pileg, agar pemerintahan dari pusat hingga daerah memulainya dalam waktu berbarengan.
“Masa dimulai pemerintahan sinkron antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten kota. Katakanlah sama-sama relatif mulai 2024. sehingga lebih mudah koordinasi dan sinkronisasinya,” pungkasnya.
-
POLITIK17/05/2026 06:00 WIBSekjen KPU Diadukan ke DKPP Usai Naik Heli Rp198 Juta
-
JABODETABEK17/05/2026 05:30 WIBHujan Ringan Ancam Aktivitas Warga Jakarta Hari Minggu
-
JABODETABEK17/05/2026 07:30 WIBBiaya dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Minggu 17 Mei 2026
-
DUNIA17/05/2026 08:00 WIBIran: AS Tak Bisa Dipercaya, China Jadi Harapan Baru Perdamaian
-
OASE17/05/2026 05:00 WIBMisteri 7 Langit dan Malaikat Penjaganya dalam Islam
-
NUSANTARA17/05/2026 06:30 WIBTragis! Dua Wisatawan Tertimbun Longsor Curug Cileat Ditemukan Tewas
-
NUSANTARA17/05/2026 08:30 WIBPolres Klaten Bekuk Ayah Cabuli Anak Kandung
-
NASIONAL17/05/2026 18:00 WIBPemerintah Resmi Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026