Connect with us

NASIONAL

KSP Bantah Keras Tudingan Prabowo Antikritik

Aktualitas.id -

Muhammad Qodari. (Youtube)

AKTUALITAS.ID Kantor Staf Presiden (KSP) menepis anggapan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersikap antikritik, menyusul polemik pernyataan Sekretaris Kabinet mengenai fenomena “inflasi pengamat”.

Kepala KSP Muhammad Qodari menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik, selama disampaikan dengan dasar data dan analisis yang tepat.

“Tidak antikritik. Yang ditekankan adalah penggunaan data yang tepat dan akurat dalam memberikan pendapat,” ujar Qodari kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, kritik yang disampaikan tanpa basis data dan teori yang kuat justru berpotensi menimbulkan distorsi informasi di ruang publik.

Qodari menjelaskan bahwa standar ilmiah harus menjadi pijakan utama, terutama bagi para pengamat yang umumnya berasal dari latar belakang akademik.

“Kalau datanya akurat, tidak ada masalah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak membatasi kritik, melainkan mendorong agar setiap pendapat disampaikan secara bertanggung jawab dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Polemik ini mencuat setelah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyinggung fenomena yang disebut sebagai “inflasi pengamat” dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, beberapa waktu lalu.

Menurut Teddy, fenomena tersebut merujuk pada meningkatnya jumlah pihak yang memberikan komentar atau analisis di luar bidang keahliannya, sehingga berpotensi menyesatkan publik.

“Banyak sekali pengamat yang berbicara di luar bidangnya,” ujarnya.

KSP menegaskan bahwa kritik tetap menjadi bagian penting dalam demokrasi, namun harus disertai dengan tanggung jawab akademik dan keakuratan data.

Pemerintah berharap ruang publik tetap diisi oleh diskursus yang sehat, berbasis fakta, serta mendukung pengambilan kebijakan yang tepat. (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version