DUNIA
Mojtaba Khamenei: Tidak Ada Lagi Tempat Aman untuk AS
AKTUALITAS.ID – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah putra Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan pernyataan keras yang menyebut bahwa negara-negara di kawasan tidak akan lagi menjadi “perisai” bagi keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disiarkan melalui televisi pemerintah Iran pada Selasa (26/5/2026) dan disampaikan dalam pesan yang bertepatan dengan momentum Idul Adha.
“Yang pasti dalam hal ini adalah bahwa waktu tidak akan berputar mundur, dan bangsa-bangsa di kawasan itu tidak akan lagi berfungsi sebagai perisai bagi pangkalan Amerika,” demikian pernyataan tersebut.
Dalam pernyataan itu, Iran juga menegaskan bahwa pengaruh Amerika Serikat di kawasan disebut semakin melemah, termasuk dalam hal kemampuan mempertahankan posisi militernya di Timur Tengah.
Pernyataan keras ini muncul di tengah situasi yang masih tegang antara Iran dan Amerika Serikat United States, yang saat ini disebut masih berada dalam proses dialog tidak langsung untuk meredakan konflik berkepanjangan.
Namun di saat yang sama, situasi di lapangan kembali memanas. Garda Revolusi Iran dilaporkan mengklaim telah menembak jatuh drone milik AS dan menggagalkan upaya pelanggaran wilayah udara oleh pesawat nirawak lainnya.
Garda Revolusi juga memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap wilayah udara Iran akan dibalas secara langsung dan dianggap sebagai tindakan agresi.
Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya menyatakan telah melakukan operasi militer terhadap fasilitas rudal di wilayah Iran selatan serta kapal yang diduga terkait aktivitas militer, meski Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim tersebut.
Media pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan di kawasan pelabuhan Bandar Abbas, namun tanpa menyebutkan sumber kejadian secara pasti.
Rangkaian peristiwa ini memperkuat gambaran meningkatnya kembali ketegangan antara kedua negara, di tengah situasi gencatan senjata yang disebut masih rapuh dan rentan runtuh sewaktu-waktu.
Sejumlah analis menilai bahwa pernyataan terbaru dari Iran menunjukkan eskalasi retorika yang berpotensi berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat. (Mun)
-
JABODETABEK12/10/2026 05:30 WIBAwan Hitam ‘Telan’ Matahari Jakarta di Awal Pekan
-
EKBIS12/10/2026 09:30 WIBIHSG Buka Hijau, Tak Lama Kemudian Terpeleset
-
NASIONAL12/10/2026 10:00 WIBBGN: Anak Panti Asuhan Tetap Jadi Penerima MBG
-
POLITIK12/10/2026 16:00 WIBSurvei CELIOS: Rapor Prabowo-Gibran di Bawah Angka 5
-
POLITIK12/10/2026 11:00 WIBPKS Desak DPR Bergerak soal Putusan MK Terkait Gibran
-
POLITIK12/10/2026 09:00 WIBPemakzulan Gibran, Mardiono Ingatkan Konstitusi
-
JABODETABEK12/10/2026 06:30 WIBCatat! Jadwal SIM Keliling Jakarta Senin 12 Oktober 2026
-
NASIONAL12/10/2026 09:00 WIBKasus Pengeroyokan Siswa di Pati Jadi Evaluasi Kemensos