Connect with us

NUSANTARA

Kecam Pembubaran Ibadah GMS, PGI: Negara Jangan Gagal Lindungi Hak Beribadah

Aktualitas.id -

Ilustrasi

AKTUALITAS.ID – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengecam keras tindakan pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. PGI menilai peristiwa tersebut mencederai semangat toleransi dan kebebasan beragama yang dijamin konstitusi.

Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn F. Manuputty menegaskan intimidasi terhadap kegiatan ibadah tidak boleh dibiarkan terjadi di Indonesia. Ia meminta negara hadir memberikan perlindungan terhadap hak warga negara untuk menjalankan ibadah secara aman dan damai.

“Kami mengecam keras peristiwa intoleransi yang terjadi di Bantul hari Minggu kemarin, ketika massa intoleran datang dan membubarkan dengan paksa ibadah jemaat GMS,” kata Jacklevyn F. Manuputty dalam video pernyataan di akun Instagram resmi PGI, dikutip Rabu (27/5/2026).

Menurut dia, pemerintah memiliki kewajiban menjamin rasa aman dalam menjalankan ibadah sebagai hak konstitusional setiap warga negara.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Karena itu pemerintah harus hadir. Pemerintah harus menggaransi rasa aman di dalam peribadahan yang menjadi hak konstitusi,” ujarnya.

PGI menilai tindakan intimidasi terhadap aktivitas ibadah berpotensi merusak semangat toleransi antarumat beragama yang selama ini dijaga di Indonesia. Organisasi tersebut juga meminta aparat dan pemerintah mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Sebelumnya, pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) terjadi di Sewon, Bantul, Minggu (24/5/2026), ketika sekelompok massa mendatangi lokasi ibadah dan meminta kegiatan dihentikan. Insiden tersebut memicu sorotan publik setelah disebut menimbulkan intimidasi terhadap jemaat dan dinilai bertentangan dengan jaminan kebebasan beragama yang diatur konstitusi. (Ari)

TRENDING

Exit mobile version