Connect with us

JABODETABEK

Bejat, Guru Les Mangsa 29 Bocah Laki-Laki di Tangerang

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto; Ist

AKTUALITAS.ID – Sebuah rumah kontrakan di kawasan Panongan, Kabupaten Tangerang, diam-diam berubah menjadi neraka bagi puluhan anak laki-laki. Seorang pria berinisial AK (28) yang sehari-hari berlindung di balik status pahlawan tanpa tanda jasa alias “guru les”, rupanya adalah predator anak dengan rekam jejak yang menjijikkan.

Tidak main-main, kepolisian mencatat ada sekitar 29 anak laki-laki di bawah umur yang telah jatuh ke dalam perangkap syahwat sang guru bejat.

Mirisnya, masa depan puluhan bocah ini dihancurkan dengan cara yang sangat murahan. Sang predator melancarkan aksi kejinya hanya dengan modal iming-iming uang jajan receh dan kuota internet. Taktik licik ini sukses membuat para korban yang masih lugu tak berdaya di tangan pelaku.

“Modusnya yaitu mengiming-imingi korban dengan uang jajan serta kuota internet,” beber Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Tri Laksono Febrianto, membongkar siasat kotor pelaku.

Aksi gila ini ternyata bukan kejahatan satu malam. Berdasarkan penyelidikan, AK sudah leluasa bergerilya mencari mangsa dan memuaskan nafsu setannya sejak April hingga pertengahan Juni 2026. Sang monster akhirnya berhasil diseret aparat ke balik jeruji besi pada 26 Juni 2026, langsung dari sarang kejahatannya di kontrakan Panongan.

Polresta Tangerang kini harus bekerja ekstra keras menghadapi skandal pencabulan massal ini. Kapolresta Tangerang, Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ampun dan sedang menguliti setiap detail kejahatan AK.

“Informasi tersebut sedang ditangani oleh Polresta Tangerang. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman,” tegas Kombes Indra, Jumat (24/7/2026).

Selain memastikan pelaku mendapat hukuman setimpal, polisi kini berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan psikologis ke-29 anak laki-laki yang menjadi korban aksi biadab tersebut. Publik kini menanti, seberat apa hukuman yang akan dijatuhkan kepada predator penghancur masa depan anak ini. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version