Berita
Akibat Pandemi, 400 Ribu Awak Kapal RI Tertahan di Laut
AKTUALITAS.ID – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mencatat 400 ribu awak kapal asal Indonesia dipekerjakan melebihi durasi maksimum yang diatur dalam Konvensi Perburuhan Maritim (MLC), yakni 12 bulan. Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Basilio Dias Araujo mengatakan sebagian besar awak kapal tersebut belum bisa kembali ke darat karena […]
AKTUALITAS.ID – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mencatat 400 ribu awak kapal asal Indonesia dipekerjakan melebihi durasi maksimum yang diatur dalam Konvensi Perburuhan Maritim (MLC), yakni 12 bulan.
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Basilio Dias Araujo mengatakan sebagian besar awak kapal tersebut belum bisa kembali ke darat karena banyaknya negara yang melakukan pembatasan akses keluar-masuk orang.
“Data yang disampaikan ILO (Organisasi Perburuan Internasional) 400 ribu pelaut itu ada di seluruh kapal baik niaga maupun perikanan. Mereka tertahan di atas kapal dan tak bisa turun karena banyak negara tidak melayani turun-naiknya pelaut,” ucapnya dalam konferensi pers, Rabu (17/2/2021).
Oleh karena itu, lanjut Basilio, Kemenko Marves hingga saat ini masih tak setuju dengan moratorium pekerja awak kapal laut di Indonesia. Pasalnya, jika tak ada tenaga kerja tambahan, maka tak ada yang dapat menggantikan ratusan ribu awak kapal tersebut.
Hal tersebut akan berdampak buruk karena dapat membuat awak kapal mengalami stres bahkan hingga berujung pada kematian.
“Dengan mempertimbangkan Indonesia adalah supplier kapal ikan terbesar di dunia mau tidak mau kita tidak bisa melarang pelaut baru bekerja di atas kapal-kapal tersebut,” jelasnya.
Kendati demikian, Kemenko Marves juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan perbaikan-perbaikan sistem kerja awak kapal Indonesia di kapal-kapal milik asing. Salah satunya di kapal-kapal yang berasal dari China.
“Kelihatannya akan ada perbaikan ke depan karena pemerintahan di Cina itu terpusat sehingga kalau ada instruksi dari pusat langsung akan jalan ke bawah dengan demikian kami mendapatkan laporan dari luar negeri bahwa komunikasi dengan China sangat bagus,” pungkasnya.
-
FOTO02/04/2026 07:50 WIBFOTO: Suasana Gedung DPR saat Efisiensi Energi
-
NUSANTARA02/04/2026 17:00 WIBReaksi Cepat Prajurit TNI Tangani Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
-
NASIONAL02/04/2026 06:00 WIBEks Menhub BKS Bantah Peras Kontraktor Rp5,5 Miliar Demi Kampanye
-
NASIONAL02/04/2026 11:00 WIBSahroni Sebut Kasus Air Keras ke Puspom TNI Sudah Benar
-
PAPUA TENGAH02/04/2026 11:15 WIBKurang dari 12 Jam, Polisi Berhasil Amankan Pelaku Pencurian di Hotel 66
-
NASIONAL02/04/2026 10:00 WIBEddy Soeparno Puji Langkah Berani Presiden Prabowo Selamatkan Harga BBM
-
NUSANTARA02/04/2026 12:30 WIBRugi Miliaran!11 Sumur Minyak Ilegal Muba Meledak Berkeping-keping
-
EKBIS02/04/2026 10:30 WIBPidato Perang Donald Trump Bikin IHSG Hari Ini Runtuh ke Level 7.092

















