Berita
Komcad 2021 Diperuntukan untuk Warga Usia 18-35 Tahun
AKTUALITAS.ID – Juru Bicara Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan tak semua warga negara Indonesia bisa mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad) yang dipastikan akan dibuka tahun ini. Program itu baru diperuntukkan bagi warga negara Indonesia dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun. “Kemhan itu merekrut orang-orang yang berusia […]
AKTUALITAS.ID – Juru Bicara Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan tak semua warga negara Indonesia bisa mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad) yang dipastikan akan dibuka tahun ini.
Program itu baru diperuntukkan bagi warga negara Indonesia dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun.
“Kemhan itu merekrut orang-orang yang berusia 18 sampai dengan 35 (tahun) diseleksi untuk menjadi Komponen Cadangan dalam bahasa sederhananya itu tentara cadangan,” kata Dahnil saat menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang dan ditayangkan secara daring, Jumat (12/3/2021).
Rekrutmen bakal dilakukan oleh negara dalam hal ini Kementerian Pertahanan, sementara pelatihan akan dilakukan oleh Mabes TNI.
Dahnil mengatakan kelompok masyarakat manapun selama masih dalam rentang usia 18 hingga 35 tahun diperbolehkan mendaftar Komcad di Koramil-Koramil setempat.
Bahkan, kata dia, mahasiswa yang tengah menjalani pendidikan di kampusnya tak dilarang untuk mengikuti program Komcad. Selama mahasiswa itu mengikuti program Komcad, maka bisa dimasukan dalam hitungan SKS sebagai tambahan nilai.
“Mahasiswa mau mendaftar Komcad, dia mendaftar kemudian lulus seleksi kemudian ikut pelatihan militer selama tiga bulan setelah selesai latihan militer tiga bulan dia ditetapkan sebagai komponen cadangan,” kata dia.
“Kalau dia mahasiswa kemudian lulus berarti kan 3 bulan itu, dia pelatihan militer berarti dia ndak kuliah itu masuk program kampus merdeka. Kampus itu punya tanggung jawab untuk mengkategorikan itu sebagai hitungan SKS program Merdeka itu tadi,” jelasnya.
Meski begitu, Dahnil memastikan pelatihan komponen cadangan bukan wajib militer. Tak ada unsur paksaan bagi WNI di rentang usia 18-35 tahun untuk ikut proses pelatihan militeristik ini.
“Catatan saya Komponen Cadangan itu bukan wajib militer, komponen cadangan itu sukarela jadi seperti kita masuk tentara saja, siapa yang mau masuk tentara silakan ya nggak mau masuk silahkan,” kata dia.
Dahnil mengatakan Kemenhan menargetkan pembentukan 35 Batalyon Komponen Cadangan sepanjang 2021. Dari 35 Batalyon itu dipastikan 25 ribu tentara dari Komponen Cadangan akan membantu Mabes TNI, dengan asumsi setiap Batalyon menghasilkan 400 hingga 500 tentara Komponen Cadangan.
“Komcad targetnya itu 35 batalyon, jadi kita harap tahun ini bisa akselerasi bisa sampai 25 ribu Komcad,” kata Dahnil
-
EKBIS27/03/2026 15:00 WIBRobert Leonard Marbun Dilantik Sebagai Sekjen Kemenkeu
-
OASE27/03/2026 05:00 WIBJika Zakat Fitrah Diberikan kepada Keluarga Sendiri
-
JABODETABEK27/03/2026 07:30 WIBLayanan SIM Keliling Tersedia di Lima Lokasi Jakarta
-
JABODETABEK27/03/2026 10:00 WIBHari ini Tarif Transjakarta Hanya Rp12
-
NUSANTARA27/03/2026 12:30 WIBDLH Karawang Uji Lab Air Sungai yang Diduga Tercemar
-
EKBIS27/03/2026 08:30 WIBRupiah Melemah Jadi Rp16.928 Per Dolar AS
-
RAGAM27/03/2026 14:30 WIBLomban Syawalan Jepara Hadirkan Kirab Kerbau Bule
-
JABODETABEK27/03/2026 13:30 WIBIstri Dokter Richard Lee Diperiksa Sebagai Saksi

















